BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya melaksanakan kegiatan Evaluasi dan Koordinasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui Zoom Meeting pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelaksanaan pembelajaran di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus mengidentifikasi kendala dan merumuskan langkah perbaikan agar proses pendidikan tetap berjalan dengan baik.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, menegaskan bahwa evaluasi PJJ penting dilakukan untuk memastikan pembelajaran tetap efektif meskipun berlangsung di tengah kondisi bencana kabut asap. Evaluasi perlu mencakup kehadiran dan partisipasi peserta didik, kesiapan guru, pemanfaatan aplikasi pembelajaran, kendala jaringan internet dan perangkat, serta efektivitas penyampaian materi dan penilaian.
“PJJ ini perlu kita evaluasi bersama. Kita ingin melihat apakah kehadiran peserta didik sudah maksimal, bagaimana kesiapan guru, apa saja kendala yang dihadapi, dan apakah pembelajaran sudah berjalan efektif. Jangan sampai pembelajaran hanya berisi pemberian tugas tanpa penjelasan dan pendampingan yang memadai,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kesehatan dan keselamatan warga sekolah harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan pembelajaran. Keputusan terkait keberlanjutan PJJ maupun kemungkinan kembali ke Pembelajaran Tatap Muka (PTM) harus mengacu pada Surat Edaran Dinas Pendidikan dan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara. Selain itu, persiapan ujian akhir semester (UAS) perlu dikoordinasikan sejak dini agar pelaksanaannya dapat menyesuaikan kondisi di lapangan. Jayani turut mengapresiasi kehadiran peserta dalam kegiatan koordinasi tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP, Muhamad Aswani, menyampaikan paparan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan PJJ pada jenjang SMP. Evaluasi dilakukan untuk menilai keterlaksanaan pembelajaran, partisipasi peserta didik, kesiapan pendidik, dukungan satuan pendidikan, serta berbagai kendala yang dihadapi sekolah selama pembelajaran jarak jauh.
“Berdasarkan hasil pemantauan, secara umum satuan pendidikan jenjang SMP telah melaksanakan PJJ sesuai arahan. Namun, kita masih menemukan sejumlah kendala yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama partisipasi peserta didik, keterbatasan perangkat dan kuota internet, serta kelengkapan laporan pelaksanaan PJJ,” jelasnya.
Dalam paparannya, ia mengungkapkan bahwa partisipasi peserta didik di sejumlah satuan pendidikan masih berkisar antara 40–60 persen. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain keterbatasan akses internet, penggunaan gawai secara bergantian dengan anggota keluarga, kurangnya pendampingan orang tua, kejenuhan belajar, kondisi kesehatan, hingga peserta didik yang tidak dapat dihubungi oleh pihak sekolah.
“Sekolah perlu mengidentifikasi akar permasalahan yang menyebabkan peserta didik tidak aktif. Kita harus mengetahui apakah kendalanya pada perangkat, kuota, kondisi keluarga, kesehatan, atau faktor lainnya. Wali kelas dan guru mata pelajaran perlu melakukan komunikasi dan pendekatan secara individual agar tidak ada peserta didik yang tertinggal,” tambahnya.
Muhamad Aswani juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran selama PJJ. Guru diharapkan mampu memvariasikan metode dan media pembelajaran, menyampaikan materi secara ringkas dan mudah dipahami, serta memberikan penjelasan dan umpan balik yang memadai. Pembelajaran juga perlu dirancang secara fleksibel dengan mempertimbangkan keterbatasan akses peserta didik, sehingga tidak hanya bergantung pada konferensi video maupun pemberian tugas.
Selain aspek pembelajaran, ia menegaskan bahwa kelengkapan dan ketepatan waktu pelaporan menjadi bagian penting dalam proses evaluasi. Data yang akurat diperlukan untuk mengetahui kondisi riil setiap satuan pendidikan dan menentukan tindak lanjut yang sesuai.
“Seluruh satuan pendidikan perlu memastikan laporan PJJ disampaikan secara lengkap dan tepat waktu. Kita juga perlu memetakan peserta didik yang mengalami kendala akses dan menyiapkan alternatif pembelajaran, termasuk bahan ajar luring bagi mereka yang tidak dapat mengikuti pembelajaran secara daring. Hasil evaluasi ini harus menjadi dasar untuk memperbaiki pelaksanaan pembelajaran ke depan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pembinaan SD, Rachmad Winarso, menyampaikan bahwa kesehatan dan keselamatan peserta didik, khususnya pada jenjang sekolah dasar, harus mendapat perhatian serius karena anak-anak relatif rentan terhadap dampak kabut asap.
“Kondisi kualitas udara kita masih menjadi perhatian dan dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, kita tidak bisa mengambil keputusan secara terburu-buru terkait pelaksanaan PTM. Keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas, dan setiap kebijakan harus mempertimbangkan kondisi udara serta arahan dari instansi berwenang,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa satuan pendidikan dapat menyesuaikan layanan pembelajaran melalui metode daring maupun luring sesuai kondisi peserta didik. Metode guru kunjung juga dapat menjadi alternatif bagi peserta didik yang membutuhkan pendampingan, dengan tetap memperhatikan keselamatan dan ketentuan yang berlaku. Sekolah dapat berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari tempat pendampingan yang memungkinkan apabila rumah peserta didik tidak mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan evaluasi dan koordinasi ini, Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya mendorong seluruh satuan pendidikan untuk memperkuat komunikasi dengan orang tua, meningkatkan kualitas pembelajaran, memastikan peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan, serta melengkapi pelaporan secara berkala. Pemantauan kondisi kualitas udara dan evaluasi kebijakan akan terus dilakukan sebagai dasar dalam menentukan keberlanjutan pembelajaran.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah bersama dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah situasi bencana kabut asap akibat karhutla, dengan tetap mengutamakan kesehatan, keselamatan, dan hak peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.(TESTI PRISCILLA/H)









