PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Citra Borneo Indah atau CBI Group telah menyalurkan total 6.000 liter bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah. Bantuan terbaru berupa tambahan 1.000 liter Pertamax dan 1.000 liter Dexlite yang disalurkan pada 23 Oktober 2026 melengkapi dukungan sebelumnya berupa 2.000 liter Pertamax, 2.000 liter Dexlite, serta empat unit tangki intermediate bulk container (IBC).

"Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan operasional petugas yang menangani kebakaran di kawasan konservasi tersebut," kata Manager CSR CBI Group, Abdur Rohman kepada Borneonews pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Ketersediaan BBM menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung mobilitas personel, kendaraan, serta peralatan pemadaman. Pasokan tersebut diharapkan membantu petugas menjalankan operasi penanganan kebakaran tanpa terkendala kebutuhan bahan bakar.

Tantangan penanganan karhutla di TNTP tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga akses menuju titik kebakaran dan kondisi medan di kawasan hutan.

"Dukungan logistik yang memadai diperlukan agar petugas dapat menjangkau lokasi terdampak dan melakukan penanganan sesuai kondisi di lapangan," tuturnya.

Abdur Rohman menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian CBI Group terhadap upaya penanggulangan karhutla sekaligus perlindungan lingkungan. Keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk memperkuat penanganan kebakaran, terutama ketika api mengancam kawasan dengan nilai ekologis tinggi.

Dampak karhutla di kawasan konservasi berpotensi meluas hingga merusak vegetasi dan mengganggu habitat satwa liar. Karena itu, dukungan terhadap operasional petugas menjadi bagian penting dalam upaya membatasi dampak kebakaran terhadap ekosistem hutan.

Taman Nasional Tanjung Puting merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Kalimantan Tengah, termasuk sebagai habitat orangutan dan berbagai satwa liar lainnya. Dukungan logistik yang berkelanjutan diharapkan membantu petugas mengoptimalkan penanganan karhutla sekaligus menjaga kelestarian kawasan tersebut. (TESTI PRISCILLA/H)