BORNEONEWS, Palangka Raya – Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah memperluas edukasi dan pemberdayaan keuangan melalui rangkaian Bulan Inklusi Keuangan atau BIK 2026. Sejumlah kegiatan menyasar masyarakat desa, penyandang disabilitas, hingga pelajar untuk memperkuat pemahaman keuangan sekaligus memperluas akses terhadap layanan jasa keuangan formal.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan rangkaian BIK tahun ini tidak hanya berfokus pada perluasan akses keuangan, tetapi juga mendorong masyarakat agar memahami manfaat layanan keuangan dan mampu mengelolanya secara bijak.
"Berbagai kegiatan digelar, mulai dari Lomba Inovasi Inklusi Keuangan untuk mendorong lahirnya solusi kreatif dalam memperluas akses keuangan hingga lomba mewarnai edukatif bagi penyandang disabilitas," jelas Primandanu pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi sarana pengenalan lembaga jasa keuangan serta pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak dini.
OJK juga memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat perdesaan melalui kegiatan pasca-inkubasi Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Tanjung Putri. Program ini dilaksanakan bersama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat dan lembaga jasa keuangan untuk mendukung pengembangan ekonomi desa melalui akses dan pemanfaatan layanan keuangan.
"Penguatan inklusi keuangan di tingkat desa menjadi penting agar masyarakat tidak hanya mengenal produk keuangan formal, tetapi juga dapat memanfaatkannya untuk mendukung kegiatan ekonomi dan meningkatkan kemandirian finansial," terangnya.
Selain menyasar masyarakat desa, edukasi keuangan juga dilaksanakan di Sekolah Khusus Negeri 1 Pangkalan Bun. Kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman mengenai pengelolaan uang sejak dini, termasuk membangun kebiasaan menabung dan mengenalkan layanan keuangan dengan pendekatan yang sesuai bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Rangkaian BIK 2026 turut diisi kegiatan sosial melalui penyerahan bantuan kemanusiaan kepada Masyarakat Peduli Api Desa Tanjung Putri. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Keterlibatan masyarakat dalam penanganan karhutla menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga lingkungan dan melindungi wilayah desa dari dampak kebakaran. Dukungan tersebut sekaligus melengkapi rangkaian kegiatan BIK yang tidak hanya berorientasi pada edukasi keuangan, tetapi juga kepedulian sosial.
Primandanu berharap berbagai kegiatan tersebut dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan, memperluas jangkauan layanan keuangan formal, serta mendorong pemberdayaan ekonomi yang lebih inklusif.
Melalui rangkaian BIK 2026, OJK Kalteng berupaya memastikan edukasi dan akses keuangan menjangkau beragam kelompok masyarakat, termasuk warga perdesaan dan penyandang disabilitas, sehingga manfaat inklusi keuangan dapat dirasakan lebih luas. (TESTI PRISCILLA/H)









