PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Citra Borneo Indah (CBI) Group menggelar upacara pengibaran bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026. 

Upacara yang digelar di central park Heqd Office CBI Group Jalan Udan Said Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) diikuti jajaran Board of Director (BOD) dan karyawan di lingkungan CBI Group.

Jajaran BOD yang hadir di antaranya CEO PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) Jap Hartono, serta dua putra owner CBI Group H Abdul Rasyid AS, yakni Jery Borneo Putra dan Jemy Adrianor Rasyid.

Usai upacara, Jap Hartono menyampaikan arahan kepada seluruh karyawan yang hadir. Ia mengatakan keberlangsungan CBI Group dan SSMS selama beberapa dekade tidak terlepas dari visi, misi, serta budaya kerja yang dijalankan perusahaan.

"Kalau sebagai korporat dan entitas legal, kita harus menjalankan yang lebih fundamental lagi, yaitu Pancasila. Kami yakin, longevity atau keberlanjutan grup kita itu tidak hanya berapa dekade, mungkin bisa berapa abad," jelas Jap Hartono.

Ia berharap CBI Group, SSMS, dan perusahaan-perusahaan lainnya di dalam grup dapat terus berkembang hingga lintas generasi. Menurutnya, keberlanjutan perusahaan di masa mendatang tidak hanya akan dilanjutkan oleh generasi saat ini, tetapi juga anak, cucu, hingga cicit.

"Kita harapkan CBI Group, SSMS, dan semua perusahaan-perusahaan lain itu bisa berjalan tidak hanya berapa dekade tapi juga bisa berapa generasi," jelas Jap Hartono.

Jap Hartono juga mengajak seluruh karyawan bekerja dengan jujur dan penuh semangat agar perusahaan dapat terus berkembang serta menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan. Ia menyebut CBI Group saat ini tidak hanya melakukan ekspansi di bidang sawit, tetapi juga mulai masuk ke bidang peternakan dan pertambangan.

"Jadi kalau bisa kita semua berjuang, bekerja dengan jujur, semangat supaya grup ini bisa lebih besar lagi. Bukan hanya mempekerjakan 25.000 karyawan, bisa lebih dari itu," jelas Jap Hartono.

Jap Hartono mengatakan, tanggung jawab perusahaan dan masyarakat dalam mengisi kemerdekaan adalah membangun negara melalui sektor ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Tugas kita adalah membangun negara ini dari segi ekonominya, memperkuat dan memperkaya semua warga negara Indonesia," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/y)