BORNEONEWS, Tamiang Layang – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Barito Timur, terus memperluas edukasi perpajakan kepada masyarakat melalui sosialisasi sejumlah inovasi pelayanan. Hingga Sabtu, 24 Oktober 2026, kegiatan tersebut telah menjangkau empat kecamatan, yakni Raren Batuah, Pematang Karau, Dusun Tengah dan Paku.
Sosialisasi ini mencakup PASIAR (Pendataan Informasi Kendaraan dan Layanan Samsat Antar Desa), Gerakan Cek Pajak Mandiri dan Pembayaran Non Tunai (Gercep Mba Noni) serta Ngaliling Tumpuk PBB-P2. Ketiga inovasi tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat mengakses layanan perpajakan sekaligus meningkatkan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban pembayaran pajak.
Kepala Bapenda Barito Timur, Suma Wara Maharati, mengatakan perluasan sosialisasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai layanan perpajakan yang tersedia.
“Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan perpajakan yang semakin mudah dijangkau masyarakat. Melalui sosialisasi ini, kami berharap kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak semakin meningkat,” ujarnya, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Suma menjelaskan, sosialisasi akan dilanjutkan secara bertahap ke enam kecamatan lainnya. Dengan demikian, informasi mengenai inovasi pelayanan perpajakan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat hingga ke wilayah perdesaan.
Pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan Bapenda Provinsi Kalimantan Tengah, Bapenda Barito Timur, Jasa Raharja Barito Timur serta Satuan Lalu Lintas Polres Barito Timur. Sinergi lintas instansi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi perpajakan, terutama terkait administrasi kendaraan bermotor dan kewajiban pembayaran pajak.
Melalui PASIAR, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh informasi mengenai administrasi kendaraan bermotor dan layanan Samsat antar desa. Program ini juga mendorong masyarakat agar lebih tertib memenuhi kewajiban pembayaran pajak kendaraan bermotor tepat waktu.
Sementara itu, Gercep Mba Noni mendorong masyarakat melakukan pengecekan pajak secara mandiri dan memanfaatkan pembayaran nontunai. Inovasi ini diharapkan membuat proses pembayaran lebih praktis sekaligus mendukung pengembangan layanan perpajakan berbasis digital.
Adapun Ngaliling Tumpuk PBB-P2 merupakan upaya mendekatkan pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) kepada masyarakat melalui pendekatan langsung ke wilayah desa. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh informasi dan menunaikan kewajiban pembayaran pajak.
Menurut Suma, penguatan inovasi pelayanan perlu dibarengi dengan sosialisasi berkelanjutan agar masyarakat tidak hanya mengetahui program yang tersedia, tetapi juga memahami manfaat dan cara mengaksesnya.
“Dengan memperluas jangkauan sosialisasi dan mengoptimalkan inovasi yang ada, kami berharap pelayanan semakin efektif, masyarakat semakin patuh membayar pajak dan penerimaan daerah dapat terus ditingkatkan untuk mendukung pembangunan Barito Timur,” terangnya.
Bapenda Barito Timur berharap perluasan edukasi perpajakan ini dapat membangun kesadaran masyarakat bahwa kepatuhan membayar pajak merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah. Melalui pelayanan yang semakin mudah diakses dan kolaborasi lintas instansi, optimalisasi penerimaan pajak diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









