BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua Hutan Kemasyarakatan atau HKm Mawar Bersemi, Marwan, mengatakan pelatihan budidaya perikanan air tawar yang difasilitasi PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS memberikan pengetahuan praktis untuk meningkatkan pengelolaan usaha perikanan kelompoknya.
“Kami berterima kasih atas pelatihan ini karena tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga praktik langsung menghitung kebutuhan pakan dan memeriksa kondisi ikan di kolam. Kami juga mendapat saran bermanfaat, seperti penggunaan kincir air saat musim kemarau untuk menambah oksigen bagi ikan,” ujar Marwan dalam rilis kepada Borneonews pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Pelatihan tersebut digelar PT Menteng Kencana Mas (PT MKM), unit bisnis SSMS, pada 13–14 Oktober 2026 di Desa Tanjung Tarantang, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Remediation and Compensation Plan (RaCP) PT MKM untuk mendukung pengembangan usaha kelompok perhutanan sosial.
Penguatan keterampilan budidaya dinilai relevan dengan usaha yang telah dijalankan HKm Mawar Bersemi. Sepanjang 2026, kelompok tersebut mencatat akumulasi nilai penjualan ikan mencapai Rp79 juta melalui pengelolaan kolam budidaya ikan air tawar.
Saat ini, HKm Mawar Bersemi mengelola lima kolam yang diisi berbagai jenis ikan, termasuk nila dan patin. Sejak awal 2026, kelompok juga mengembangkan usaha pemancingan yang terbuka bagi masyarakat umum. Dari lima kolam tersebut, tiga digunakan untuk budidaya ikan, sedangkan dua lainnya dimanfaatkan untuk pemancingan.
Pelatihan yang diikuti 16 peserta itu melibatkan tiga kelompok Hutan Kemasyarakatan, yakni HKm Mawar Bersemi, HKm Tani Sejati, dan HKm Danau Seluluk Jaya. Perwakilan pemerintah desa dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kotawaringin Barat turut menghadiri kegiatan tersebut.
Materi disampaikan Akhmad Riva’i, S.Pi., M.P., Analis Akuakultur Ahli Madya, dan Ishak Usman, Teknisi Akuakultur Terampil, dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin. Peserta mempelajari teknik budidaya ikan air tawar, sistem bioflok, pemanfaatan pakan alternatif, serta teknik pemijahan.
Selain menerima materi, peserta melakukan praktik menghitung kebutuhan pakan harian, memeriksa kondisi fisik ikan, mengevaluasi sarana budidaya, hingga mengidentifikasi jenis kelamin ikan nila dan papuyu. Praktik ini memberikan bekal bagi peserta untuk mengenali kebutuhan pemeliharaan ikan sekaligus memahami aspek reproduksi dalam budidaya.
Melalui pelatihan tersebut, SSMS melalui PT MKM mendukung peningkatan kapasitas kelompok perhutanan sosial dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Penguatan keterampilan budidaya diharapkan membantu kelompok mengelola usaha secara lebih optimal dan memperluas peluang sumber pendapatan masyarakat di sekitar kawasan hutan. (TESTI PRISCILLA/H)









