BORNEONEWS, Palangka Raya – PT SawitSumbermas Sarana Tbk atau SSMS kembali berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Kalimantan Tengah setelah mengetahui keberadaan orangutan di kawasan hutan sekitar area operasional perusahaan di Kabupaten Kotawaringin Barat. Langkah tersebut melanjutkan koordinasi serupa yang pernah dilakukan perusahaan pada 2024.
Dalam kejadian terbaru, orangutan jantan bernama Fajar ditemukan di kawasan hutan sekitar wilayah operasional SSMS. Satwa yang diperkirakan berusia sekitar 25 tahun dengan berat 71 kilogram itu kemudian menjalani pemeriksaan untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Hasil pemeriksaan fisik dan uji laboratorium menunjukkan Fajar dalam kondisi sehat. Berdasarkan hasil tersebut, orangutan itu dinilai dapat menjalani translokasi setelah melalui persiapan yang diperlukan.
Penanganan Fajar melibatkan tim BKSDA Kalimantan Tengah bersama Orangutan Foundation International (OFI). Setelah proses pemeriksaan dan persiapan selesai, Fajar dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Sungai Lamandau pada 1 Oktober 2026.
Dept. Head Sustainability PT SSMS Tbk., Andri Najiburaahman, mengatakan perusahaan segera berkoordinasi dengan BKSDA begitu mengetahui keberadaan orangutan tersebut. Menurut dia, langkah itu diperlukan agar penanganan satwa dilakukan sesuai prosedur dan mempertimbangkan keselamatannya.
“Bagi kami, keselamatan satwa dan proses penanganannya sesuai prosedur menjadi hal yang utama,” ujar Andri, menegaskan pentingnya keterlibatan pihak yang berwenang dalam penanganan satwa liar pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Ia mengatakan perlindungan keanekaragaman hayati membutuhkan kolaborasi. Perusahaan dapat memberikan dukungan melalui koordinasi dan kegiatan di lapangan, sedangkan penanganan serta keputusan konservasi dilakukan bersama pihak yang memiliki kewenangan dan keahlian.
Koordinasi pada 2024 dan penanganan Fajar pada 2026 menjadi dua catatan keterlibatan SSMS dalam merespons temuan orangutan di sekitar wilayah operasionalnya. Meski demikian, informasi yang tersedia belum merinci lokasi, kondisi, maupun hasil penanganan orangutan yang ditemukan pada 2024.
"Adapun Fajar kini telah dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Sungai Lamandau, kawasan konservasi yang menjadi habitat berbagai jenis satwa liar, termasuk orangutan," terang Andri. (TESTI PRISCILLA/Y)









