BORNEONEWS, Palangka Raya – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS melalui unit bisnisnya, PT Menteng Kencana Mas atau PT MKM, mendorong penguatan ekonomi kelompok perhutanan sosial di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, melalui pengembangan usaha perikanan air tawar.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan budidaya perikanan air tawar bagi tiga kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Desa Tanjung Tarantang pada 13–14 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Remediation and Compensation Plan (RaCP) PT MKM.
Pelatihan diikuti 16 peserta dari HKm Mawar Bersemi, HKm Tani Sejati, dan HKm Danau Seluluk Jaya. Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan pemerintah desa serta Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kotawaringin Barat.
Materi pelatihan disampaikan Akhmad Riva’i, S.Pi., M.P., Analis Akuakultur Ahli Madya, dan Ishak Usman, Teknisi Akuakultur Terampil, dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin.
"Peserta dibekali pengetahuan mengenai teknik budidaya ikan air tawar, sistem bioflok, pemanfaatan pakan alternatif, hingga teknik pemijahan," kata Akhmad dalam rilis kepada Borneonews pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Tidak hanya mendapatkan materi teori, peserta juga mengikuti praktik langsung untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan usaha perikanan.
"Praktik tersebut meliputi penghitungan kebutuhan pakan harian, pemeriksaan kondisi fisik ikan, evaluasi sarana budidaya, serta identifikasi jenis kelamin ikan nila dan papuyu sebagai bagian dari pembelajaran reproduksi ikan," terangnya.
Penguatan kapasitas ini menjadi penting seiring berkembangnya usaha perikanan yang dikelola kelompok perhutanan sosial. Salah satunya HKm Mawar Bersemi yang sepanjang 2026 mencatat akumulasi nilai penjualan ikan mencapai Rp79 juta.
Kelompok tersebut mengelola lima kolam yang diisi berbagai jenis ikan air tawar, termasuk nila dan patin. Pengelolaan kolam tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan ikan konsumsi, tetapi juga dikembangkan menjadi usaha yang dapat memberikan nilai tambah bagi kelompok.
Sejak awal 2026, HKm Mawar Bersemi juga memanfaatkan sebagian kolam untuk usaha pemancingan yang terbuka bagi masyarakat umum. Dari total lima kolam yang dikelola, tiga kolam digunakan untuk budidaya ikan, sedangkan dua kolam lainnya diperuntukkan bagi aktivitas pemancingan.
Pengembangan usaha tersebut menunjukkan potensi perikanan air tawar sebagai salah satu sumber penghasilan bagi kelompok perhutanan sosial.
Melalui peningkatan keterampilan budidaya dan pengelolaan usaha, kelompok diharapkan dapat mengoptimalkan potensi lokal sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan.(TESTI PRISCILLA)









