PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Posko Penanganan Darurat Bencana (PDB) Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah mencatat 15.895 titik panas (hotspot) di seluruh wilayah provinsi berdasarkan update terbaru Jumat malam, 23 Oktober 2026. Data BRIN dan SiPongi itu dirilis dalam infografis harian Jumlah tersebut naik sekitar 30 persen dari 12.211 titik pada laporan sehari sebelumnya.

Berdasarkan tingkat kepercayaan, 14.904 titik berkonfidensi sedang, 785 titik tinggi, dan 206 titik rendah. Hotspot berkonfidensi sedang mendominasi, yakni sekitar 94 persen dari total.

Kapuas mencatat hotspot terbanyak, yaitu 3.234 titik. Berikutnya Pulang Pisau (2.969), Seruyan (2.191), Katingan (2.007), Kotawaringin Timur (1.776), Kotawaringin Barat (1.349), dan Kota Palangka Raya (1.299 titik).

Hotspot di wilayah lain lebih sedikit. Lamandau tercatat 471 titik, Sukamara 279, Gunung Mas 206, Barito Selatan 81, Barito Timur 24, dan Barito Utara 9 titik. Murung Raya tidak mencatat hotspot pada hari itu.

Meski hotspot naik, kejadian karhutla yang dilaporkan justru turun. Laporan mencatat 51 kejadian dengan luas terbakar 140,31 hektare, dibandingkan 65 kejadian dan 187,18 hektare pada hari sebelumnya.

Kapuas menjadi penyumbang terbesar dengan 16 kejadian seluas 88,2 hektare, atau sekitar 63 persen dari total luas harian. Seruyan mencatat 8 kejadian seluas 32,1 hektare, sedangkan Pulang Pisau 9 kejadian seluas 6,35 hektare.

Wilayah lain melaporkan kejadian dalam jumlah kecil: Barito Selatan 4 kejadian (4,3 hektare), Kotawaringin Timur 2 kejadian (5 hektare), Kotawaringin Barat 3 kejadian (0,25 hektare), dan Barito Timur 2 kejadian (0,10 hektare). Kota Palangka Raya mencatat 3 kejadian, Lamandau 3 kejadian, dan Katingan 1 kejadian. Untuk Lamandau dan Katingan, luas terbakar tercatat 0,00 hektare.

Gunung Mas, Barito Utara, Murung Raya, dan Sukamara tidak melaporkan kejadian karhutla, meskipun sebagian dari wilayah itu terpantau memiliki hotspot.

Di lapangan, regu-regu Posko PDB melakukan 47 penanganan, terdiri atas 1 titik baru dan 46 titik penanganan lanjutan. Luas lahan yang dipadamkan tercatat 1,71 hektare. Luasan terbesar dicatat Regu 3 Damkar BPBPK (0,50 hektare), disusul Posko PDB Manggala Agni (0,33 hektare), Regu D Posko Krisis (0,30 hektare), dan Posko PDB TSAK Bukit Tunggal (0,23 hektare).

Laporan juga mencatat bahwa dari 28 titik CCTV pemantau di Kalimantan Tengah, hanya 11 titik yang dapat dipantau, sedangkan 17 titik lainnya kehilangan sinyal. Hotspot merupakan indikasi titik panas dari satelit, sehingga jumlahnya tidak selalu sama dengan jumlah kebakaran di lapangan. (HERMAWAN DP/H)