51 Orangutan Diselamatkan dari Karhutla di Kalbar
Dia mengatakan kebakaran telah mengancam keselamatan orangutan, termasuk satwa yang ditemukan dalam kondisi stres, kurus, dan mengalami gangguan kesehatan.
Tag
Dia mengatakan kebakaran telah mengancam keselamatan orangutan, termasuk satwa yang ditemukan dalam kondisi stres, kurus, dan mengalami gangguan kesehatan.
Setelah menjalani pemeriksaan serta persiapan yang diperlukan, Fajar akhirnya dilepasliarkan ke Suaka Margasatwa Sungai Lamandau pada 1 Oktober 2026.
Orangutan tersebut diketahui bernama Fajar. Satwa jantan itu diperkirakan berusia sekitar 25 tahun dengan berat mencapai 71 kilogram.
Konservator?Borneo Orangutan Survival Foundation atau?BOSF?Nyaru Menteng, Hermansyah, mengatakan keberadaan orangutan semestinya mendorong masyarakat untuk semakin mengenal dan mencintai satwa tersebut. Sebab, orangutan bukan hanya bagian dari kekayaan hayati, tetapi memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan hutan.
Dua individu orangutan, Raya dan Rayu, sebelumnya ditemukan di kawasan Jalan Sawit Raya, Hutan Kota Sampit. Keduanya kemudian dievakuasi dan telah dilepasliarkan ke Suaka Margasatwa Lamandau.
Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS, Henky Satrio Wibowo, mengatakan pemantauan KTH Komunitas Karya Masoraian pada 2024 mengestimasi terdapat 21 individu orangutan di kawasan tersebut.
BORNEONEWS, Palangka Raya — Keberadaan orangutan di Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian menunjukkan pentingnya menjaga habitat alami satwa tersebut. Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana…
Keberadaan satwa dilindungi tersebut diduga berkaitan dengan kondisi kawasan sekitar yang dipenuhi asap akibat kebakaran.
Satu individu orang utan tampak keluar dari habitatnya dan memasuki kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Katingan hingga memanjat sebuah pohon di area lapangan tersebut sekitar pukul 12.30 WIB.
Sebanyak 80 siswa terlibat aktif dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga berpartisipasi dalam sesi interaktif yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman tentang satwa liar, khususnya orangutan.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) melepasliarkan tiga individu orang utan kalimantan (Pongo pygmaeus) ke kawasan TNBBBR.
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Orang utan terlihat berkeliaran di kebun sawit milik warga Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu, 30 Juli…
Waktu terus berjalan tanpa terasa. Detik, menit, jam, dan hari berlalu begitu cepat. Pada 10 Mei 2025 lalu, sosok legendaris yang telah mendedikasikan hidupnya untuk pelestarian orangutan, Prof. Dr. Birute Mary Galdikas, genap berusia 79 tahun.
Dua individu orangutan, induk dan anak, kembali terlihat di kawasan kebun nanas milik warga di Jalan Lingkar Selatan, Gang Darul Hijrah, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).?
PT SSMS Tbk terus menunjukkan komitmen besar dalam mendukung pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Sebagai bentuk nyata, perusahaan telah menjalankan program Pra Pelepasliaran Orangutan sejak tahun 2016. Chief Sustainability Officer PT SSMS Tbk, Henky Satrio Wibowo, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan keberlanjutan perusahaan yang berfokus pada konservasi ekosistem dan mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar.
Seekor anak orangutan betina berumur lima tahun dengan berat 8 kg telah dirawat oleh warga Desa Baung, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, selama sepekan sebelum akhirnya diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Sampit. Berikut kronologi lengkap penemuan dan perawatan anak orangutan tersebut.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil menyelamatkan tiga individu orangutan dari dua lokasi berbeda di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Operasi ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap laporan warga terkait konflik antara satwa dan manusia.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng) menemukan tiga butir peluru pada tubuh induk orangutan saat melakukan penyelamatan dua individu orangutan di kebun kelapa sawit warga Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Rabu, 23 Oktober 2024.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah berhasil menyelamatkan dua individu orangutan, induk dan anak, di kebun kelapa sawit milik warga di Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Operasi penyelamatan ini berlangsung pada Rabu, 23 Oktober 2024, dari pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.
Induk dan anak orangutan dilaporkan merusak kebun kelapa sawit milik warga di Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).