PALANGKA RAYA –

BORENONEWS, Palangka Raya – Luas karhutla di Kalimantan Tengah pada 2026 jauh melampaui dua tahun sebelumnya. Grafik perbandingan luas karhutla kabupaten/kota yang dilampirkan dalam laporan Posko PDB Karhutla per 23 Oktober 2026 mencatat luas terbakar 2026 sebesar 20.108,19 hektare, sedangkan angka 2025 dan 2024 jauh lebih kecil.

Jika dijumlahkan dari data 14 kabupaten/kota, luas karhutla 2025 tercatat 1.332,87 hektare dan 2024 sebesar 1.051,50 hektare. Dengan demikian, luas karhutla 2026 sekitar 15 kali lipat angka 2025 dan sekitar 19 kali lipat angka 2024.

Angka 2026 merupakan akumulasi 1 Januari hingga 23 Oktober, dengan 6.952 kejadian dan 362.359 titik panas (hotspot). Luas tersebut dihitung berdasarkan laporan lapangan kabupaten/kota ke Pusdalops PB Provinsi Kalteng.

Kotawaringin Timur mencatat luas terbakar terbesar tahun ini, yakni 3.424,27 hektare, dibandingkan 72,81 hektare pada 2025 dan 45,01 hektare pada 2024. Kenaikannya sekitar 47 kali lipat dari angka 2025.

Lonjakan paling tajam terjadi di Seruyan. Luas karhutla di kabupaten itu mencapai 2.091,23 hektare pada 2026, dibandingkan 29,97 hektare pada 2025 dan 21,31 hektare pada 2024, atau sekitar 70 kali lipat dari angka 2025.

Pulang Pisau mencatat 3.094,98 hektare tahun ini, naik dari 80,79 hektare pada 2025 dan 176,17 hektare pada 2024. Kotawaringin Barat mencapai 2.630,97 hektare, dibandingkan 101,34 hektare pada 2025 dan 32,18 hektare pada 2024.

Kapuas tercatat 2.141,01 hektare, sedangkan pada 2025 sebesar 321,20 hektare, yang menjadi angka tertinggi di antara kabupaten/kota pada tahun itu. Barito Timur mencapai 1.248,67 hektare pada 2026, dibandingkan 33,88 hektare pada 2025 dan 3,57 hektare pada 2024.

Kenaikan juga tercatat di wilayah lain. Barito Selatan mencapai 1.447,29 hektare (2025: 114,15 hektare), Kota Palangka Raya 1.286,94 hektare (2025: 83,24 hektare), Sukamara 763,18 hektare (2025: 101,40 hektare), Gunung Mas 515,26 hektare (2025: 65,94 hektare), dan Katingan 479,39 hektare (2025: 72,82 hektare). Lamandau mencatat 412,76 hektare dibandingkan 13,27 hektare pada 2025, dan Murung Raya 217,35 hektare dibandingkan 66,31 hektare.

Kenaikan terkecil tercatat di Barito Utara, yaitu 354,89 hektare pada 2026 dibandingkan 175,75 hektare pada 2025, atau sekitar dua kali lipat.

Hingga laporan 23 Oktober, status tanggap darurat karhutla masih berlaku di tingkat provinsi (30 September–29 Oktober 2026) serta di sejumlah kabupaten/kota. Laporan tidak merinci periode data 2024 dan 2025 pada grafik perbandingan tersebut. (HERMAWAN DP/H)