TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pencarian Risnayati, perempuan berusia 51 tahun yang dilaporkan hilang di Desa Simpang Naneng, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur, memasuki hari kesembilan pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Hingga kini, keberadaannya belum diketahui. Upaya pencarian masih dilanjutkan keluarga, masyarakat, personel Polsubsektor Paku dan relawan karhutla di tengah kendala kabut asap yang membatasi jarak pandang.

Kepala Desa Simpang Naneng, Sanding, mengatakan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut menjadi salah satu kendala dalam pencarian. Asap yang sangat tebal membatasi jarak pandang sehingga pencarian pada malam hari tidak memungkinkan dilakukan.

“Untuk pencarian sampai pada hari ini tetap dilakukan baik siang maupun malam, namun masih belum mendapati tanda-tanda keberadaan Saudari Risnayati. Pencarian sering kali terkendala karena di Desa Simpang Naneng terjadi kabut yang sangat tebal hingga membatasi jarak pandang dan tidak memungkinkan pencarian pada malam hari,” ujarnya.

Risnayati terakhir kali terlihat pada Jumat, 16 Oktober 2026, saat duduk di kursi di depan rumahnya. Ia diperkirakan meninggalkan rumah sekitar pukul 09.00 WIB. Sekitar pukul 11.00 WIB pada hari yang sama, Sanding menerima laporan mengenai kepergiannya.

Sebelum menghilang, Risnayati disebut dalam kondisi sedikit kurang sehat. Namun, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai keluhan yang dialaminya saat itu.

Sejak dilaporkan hilang, pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah lokasi. Pada hari kedua, tim menelusuri kawasan Sungai Karusen dan Sungai Amungen serta memeriksa area yang dicurigai mungkin menjadi tempat Risnayati beristirahat. Pencarian kemudian berlanjut dengan menyisir jalan setapak dan sejumlah kawasan lain yang dinilai perlu ditelusuri.

Dalam rangkaian pencarian, berbagai unsur turut terlibat, antara lain personel Batalyon Yonif TP 924 Uria Mapas, keluarga, masyarakat, personel Brimob, Bhabinkamtibmas, Polsubsektor Paku, TBBR DPD Barito Timur, Damkar Pemda atau BPBD Damkar Paku, Komsar Ampah, MPA Pengembara, relawan Poslap Kecamatan Karusen Janang, relawan Ipu Mea, relawan karhutla Kecamatan Karusen Janang serta relawan Karang Taruna.

Sanding menjelaskan, personel Batalyon Yonif TP 924 Uria Mapas telah dipulangkan pada hari ketujuh sesuai prosedur operasional standar (SOP). Meski demikian, pencarian tetap berlanjut dengan melibatkan keluarga, masyarakat, personel Polsubsektor Paku dan relawan karhutla Kecamatan Karusen Janang.

“Sesuai dengan SOP bahwa tim dari Batalyon Yonif TP 924 Uria Mapas sudah dipulangkan pada hari ketujuh, namun pencarian tetap dilakukan oleh keluarga, masyarakat, Polsubsektor Paku dan relawan karhutla Kecamatan Karusen Janang,” kata Sanding.

Hingga Sabtu, 24 Oktober 2026, belum ditemukan tanda-tanda yang memastikan keberadaan Risnayati. Pencarian masih terus diupayakan, sementara kabut asap karhutla menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dan relawan, terutama ketika jarak pandang terbatas pada malam hari. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)