KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin – Ajakan berkelahi yang beberapa kali ditolak seorang siswa SMP di Banjarmasin berujung kekerasan.

Korban akhirnya terlibat perkelahian dengan teman sekelasnya hingga tersungkur di halaman sekolah. Aksi tersebut bahkan direkam dalam video.

Peristiwa itu kini ditangani Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin. Polisi menduga perkelahian dipicu keinginan terlapor mengikuti tren negatif di media sosial, yakni berkelahi dengan teman untuk membuktikan siapa yang paling kuat.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Eru Alsepa mengatakan, terlapor yang diketahui mengikuti latihan bela diri mengajak korban berkelahi. Meski korban telah beberapa kali menolak, ajakan itu terus dipaksakan hingga perkelahian terjadi.

Dalam kejadian tersebut, korban tersungkur. Aksi perkelahian itu juga direkam dalam video, sehingga menambah persoalan yang kini ditangani kepolisian.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin mengatakan, penyidik telah mengumpulkan sejumlah alat bukti untuk mengusut perkara tersebut. Bukti yang dikumpulkan antara lain rekaman kamera pengawas atau CCTV serta keterangan saksi, termasuk penjaga sekolah.

"Kasus ini melibatkan anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), baik dari pihak terlapor maupun korban," kata Riza, Minggu, 25 Oktober 2026.

Karena kedua pihak masih berstatus anak, polisi telah mengupayakan penyelesaian melalui mekanisme diversi.

Upaya ini ditempuh dengan mempertimbangkan ketentuan sistem peradilan pidana anak dan ancaman hukuman dalam perkara tersebut yang disebut mencapai satu tahun sembilan bulan penjara.

Namun, upaya diversi belum mencapai kesepakatan. Keluarga korban tetap menginginkan perkara dilanjutkan melalui jalur hukum, sehingga polisi meneruskan penanganan kasus sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana dorongan untuk mengikuti tren di media sosial dapat berujung pada kekerasan di lingkungan sekolah.

Perkara tersebut kini berlanjut dalam proses hukum, dengan tetap memperhatikan perlindungan hak anak yang terlibat. (SABRIANOOR/R)