BORNEONEWS, Palangka Raya – Operasi udara untuk menekan karhutla di Kalimantan Tengah berlanjut pada Sabtu 24 Oktober 2026.
Laporan Posko PDB Karhutla mencatat lima sortie operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan total 3.700 kilogram dry ice, serta kegiatan water bombing menggunakan helikopter di wilayah Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan.
Lima sortie OMC itu menggunakan tiga jenis pesawat: dua CASA 212-200 (A-2107 dan A-2105) dan satu CASA 212-400 (A-2119) milik TNI AU, serta Cessna Caravan 208B (PK-SNL) dan Pilatus PC-6 Porter (PK-SNC) yang dioperasikan PT Milan Pillery Bersatu untuk BNPB.
Misi yang dijalankan adalah OMC Karhutla serta OMC Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Bahan semai pada tiap sortie berupa dry ice: 800 kilogram pada empat sortie dan 500 kilogram pada sortie Pilatus PC-6. Total mencapai 3.700 kilogram.
Area penyemaian berada di sekitar VOR Palangka Raya. Sortie CASA 212-200 A-2107 menyemai area selatan VOR Palangka Raya pada radial 320°–330° berjarak 79–87 mil laut di ketinggian 11.000 kaki.
Caravan dan Pilatus menyemai blocking area pada radial 320°–360° berjarak 80–100 mil laut di ketinggian 8.000–12.000 kaki.
Di sisi water bombing, helikopter AS350B3E (PK-DAP) milik Satgas Udara Kemenhut terbang dua sortie dari Kuala Pembuang menuju Seruyan Hilir. Sortie pertama menuntaskan 23 kali water bombing dengan total air 23.000 liter, sedangkan sortie kedua 32 kali dengan total air 32.000 liter. Jika dijumlahkan, keduanya mencapai 55 kali water bombing dan 55.000 liter air.
Laporan helikopter itu mencatat sebagian titik di Seruyan Hilir tidak dapat dibom air karena visibilitas rendah.
Luas lahan terbakar di lokasi yang ditangani diperkirakan sekitar 10 hektare pada sortie pertama dan sekitar 6 hektare pada sortie kedua, masing-masing dengan lahan yang dipadamkan sekitar 1 hektare.
Dua penerbangan TNI AD juga melaporkan water bombing di Seruyan Hilir: 10 kali di Desa Muara Dua (lahan terbakar sekitar 10 hektare, dipadamkan sekitar 1 hektare) dan 6 kali di TNTP Pematang Limau (lahan terbakar sekitar 8 hektare, dipadamkan sekitar 1 hektare). Kedua laporan menyebut titik api masih berasap.
Dari sisi cuaca, BMKG Kalteng memprakirakan hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada 24–26 Oktober di Murung Raya bagian selatan, Kapuas bagian tengah, Pulang Pisau bagian utara, Kotawaringin Timur bagian timur, Katingan bagian utara dan tengah, serta Lamandau bagian timur. Pada 27–30 Oktober, potensi itu meluas ke 11 wilayah: Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Barito Utara, Murung Raya, Kapuas, Kota Palangka Raya, dan Gunung Mas.
BMKG menyebut belokan angin dan konvergensi di Kalteng bagian utara meningkatkan potensi awan hujan, tetapi udara yang relatif kering dan atmosfer lokal yang cenderung stabil mengurangi pertumbuhannya.
Masyarakat diimbau tidak membakar lahan untuk tujuan apa pun, mengurangi kegiatan di luar ruangan, dan memakai masker saat di luar, terutama bagi penderita gangguan pernapasan, anak-anak, ibu hamil, dan lansia. (HERMAWAN DP/R)









