BORNEONEWS, Sampit - Langit gelap menyelimuti Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa pagi, 27 Oktober 2026. Suasana yang biasanya terang saat warga berangkat beraktivitas justru tampak seperti menjelang malam.

Kondisi tersebut terlihat di Jalan Tjilik Riwut, dekat Simpat Wella, sekitar pukul 07.44 WIB. Dalam video perjalanan menuju tempat kerja yang dibagikan warga bernama Cici, suasana jalan tampak gelap meski waktu sudah memasuki pagi hari.

"Suasananya seperti ini kayak berangkat kerja shift malam," kata Cici. Di tengah kondisi langit yang gelap, ia berharap hujan segera turun untuk membantu meredakan kabut asap yang menyelimuti wilayah Sampit. "Semoga hujan deras segera turun," ucapnya.

Sementara itu, Soraya, warga Baamang Hilir, mengaku mendengar suara guntur bersahutan pada pagi hari. Gerimis juga sempat turun beberapa kali, tetapi hanya berlangsung selama beberapa menit sebelum kembali berhenti.

"Tadi ada gerimis sebentar lalu berhenti, kemudian gerimis lagi. Hujannya masih mali-malu," ujarnya. 

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Kotim Mulyono Leo Nardo menjelaskan, kondisi langit gelap di Sampit dipengaruhi perpaduan asap dan tutupan awan cumulonimbus.

Kedua unsur tersebut menghalangi sebagian cahaya matahari sehingga kondisi lingkungan tampak lebih gelap dari biasanya.

"Hari ini Sampit nampak gelap karena perpaduan dari cuaca asap dan tutupan awan cumulonimbus sehingga cahaya matahari yang sampai tertutup oleh dua unsur cuaca tersebut," katanya.

Kondisi ini terjadi ketika wilayah Kalimantan Tengah secara umum tertutup awan konvektif. Awan jenis ini terbentuk akibat proses konveksi di atmosfer dan dapat berkembang menjadi awan hujan.

BMKG menyebut sejumlah wilayah di Kotim berpeluang mengalami hujan, di antaranya Kecamatan Baamang, Seranau, Cempaga, dan Cempaga Hulu.

Sebelumnya Senin, 26 Oktober 2026, terdapat jadwal pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Menurut prakirawan BMKG, hujan yang turun berpotensi dipengaruhi kegiatan tersebut,.

"Kemarin memang ada jadwal modifikasi cuaca, jadi ada kemungkinan hujan yang turun dipengaruhi oleh kegiatan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) juga," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)