Tingkat Partisipasi Pemilih Dalam Sejumlah Pemilu di Kalteng Masih Rendah
Respons publik terhadap pesta demokrasi di provinsi yang terkenal dengan falsafah Huma Betang ini, tidak begitu baik.
Respons publik terhadap pesta demokrasi di provinsi yang terkenal dengan falsafah Huma Betang ini, tidak begitu baik.
Dari 11 daerah yang menyelenggarakan pesta demokrasi lima tahunan tersebut, Kapuas tercatat sebagai kabupaten dengan anggaran pilkada terbesar.
Pemerintah Kota Palangka Raya bahkan harus menguras APBD hingga Rp28,96 miliar untuk mendanai pemilihan wali kota dan wakil wali kota pada tahun ini.
Jumlah anggaran yang harus dikeluarkan dari APBD untuk penyelenggaraan pilkada di 10 kabupaten dan 1 kota pada tahun ini mencapai Rp376,424 miliar.
Jumlah dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang turun ke Kalteng sebesar Rp 358,58 miliar
Realisasi serapan anggaran yang tidak 100% atau sesuai pagu ada kalanya dinilai bagus.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar rapat kordinasi teknis (Rakornis) Evaluasi Pelaksanaan Tugas Pembantuan (TP), Dekonsentrasi, dan Urusan Bersama (UB) tahun anggaran 2017 dan 2018 diiikuti 14 kabupaten/kota se-Kalteng.
Ada beberapa hal yang menjadi faktor tidak optimalnya pelaksanaan alokasi dana desa menurut Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
Sebanyak 272 pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) belum menyampaikan laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN).
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Komite I, Hudarni Rani mengatakan, tolok ukur pembangunan di Indonesia adalah bagaimana rupa desa.
Terburuk kedua dalam capaian persentase perekaman ada di Kabupaten Pulang Pisau. Yang sudah terekam baru 83.894 penduduk atau 72,11 persen.
Komite I mendapatkan laporan masih banyak ketidakoptimalan pelaksanaan Undang-undang tentang Desa.
Dalam kunjungan kerja anggota DPD RI ini Pemprov Kalteng juga menghadirkan anggota KPU, Bawaslu, dan Panwaslu
Beberapa jurnalis dari berbagai media online sudah sepakat membentuk AJO Indonesia Kalimantan Tengah
Ulah Anggota DPRD Kalteng asal Partai Gerindra, Zain Alkim, yang tidak hanya hadir namun mengenakan atribut partai lain di acara partai lain tersebut, kian disoal. Sebab dinilai telah melakukan pelanggaran.
Anggaran di Bekraf ini terbatas sehingga tidak mampu mengakomodasi semua usulan dari 34 provinsi.
Zain Alkim merupakan kader Partai Gerindra yang sekarang duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Kalteng.
Kelemahannya adalah, ketika berhubungan dengan pinjaman lembaga perbankan. Pelaku usaha kreatif terkendala aset atau agunan sebagai jaminan. Badan Ekonomi Kreatif (BE Kraf) mencoba masuk di area ini, peningkatan kapasitas akses permodalan non perbankan.
Pelaksana tugas (Plt) Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Agus Indarjo memuji perkuliahan program S3 Ilmu Lingkungan UPR. Meskipun, tahun ini baru ada dua angkatan mahasiswa.
Jumlah lembaga penyiaran swasta (LPS) berizin di Kalimantan Tengah (Kalteng) hanya sebanyak 49 LPS. Rinciannya, 19 TV Kabel, 13 TV Analog, dan 17 radio. Sejauh ini, tidak ada penambahan izin baru semenjak 2012 lalu.