PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaku usaha kreatif di Kalimantan Tengah (Kalteng) tidak hanya perlu meningkatkan kemampuan menciptakan kreasi baru sebagai prospek, tetapi juga perlu bagaimana menembus akses permodalan.

Kelemahannya adalah, ketika berhubungan dengan pinjaman lembaga perbankan. Pelaku usaha kreatif terkendala aset atau agunan sebagai jaminan. Badan Ekonomi Kreatif (BE Kraf) mencoba masuk di area ini, peningkatan kapasitas akses permodalan non perbankan.

"BE Kraf ingin meningkatkan dari sisi ini, capasity building untuk mendapatkan akses fasilitas permodalan non perbankan," terang Direktur Akses Non Perbankan BE Kraf RI, Saifullah saat Workshop Peningkatan kapasitas pelaku usaha ekonomi kreatif di Palangka Raya, Senin (16/4/2018).

Anggota Komisi X DPR RI, Iwan Kurniawan yang bermitra dengan BE Kraf, menyatakan keprihatinannya dengan kondisi pelaku usaha kreatif yang belum banyak mendapat fasilitasi pemerintah dan minimnya perbankan yang mau fasilitasi permodalan yang memudahkan bagi pelaku usaha.

"Bantuan dari pemerintah memang jauh dari cukup, masih sedikit sekali. Bicara permodalan ini memang sangat menarik. Saya harap semua mengikuti dan menyerap kiat dari workshop untuk fasilitasi non perbankan," katanya.

--page

Ia mengakui, daya dorong pelaku usaha kreatif dalam menumbuhkan perekonomian Indonesia cukup signifikan. Ia pun mengajak pemuda wirausaha di Kalteng untuk serius menggeluti bidang usaha ini.

"Ada salah satu contoh pelaku usaha ekonomi kreatif ini, yang awalnya toko kelontong, tapi kemudian omset yang dikelolanya mencapai Rp2 triliun sekarang, ya pemilik startup Bukalapak itu contohnya," pungkas dia. (ROZIQIN/B-2)