Tangkal Kampanye Negatif, Sawit Butuh Perlindungan UU Khusus
Maraknya kampanye negatif terhadap sawit jelas mengganggu kepentingan banyak pihak, terutama pelaku industri sawit dan pemerintah sebagai pemangku kepentingan utama sektor ini.
Kontributor
Maraknya kampanye negatif terhadap sawit jelas mengganggu kepentingan banyak pihak, terutama pelaku industri sawit dan pemerintah sebagai pemangku kepentingan utama sektor ini.
Di tengah gencarnya desakan untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan, Indonesia melakukan terobosan dengan memanfaatkan minyak sawit menjadi bensin dan gas (LPG).
Pasar minyak sawit akan mulai bergairah dalam beberapa bulan ke depan, terlebih segera datangnya bulan Ramadhan dan Idul Fitri yang diyakini akan meningkatkan permintaan.
Meski harga minyak sawit mentah (CPO) diprediksi akan mulai menguat seiring akan tibanya bulan Ramadhan, namun harga komoditas ini masih menunjukkan aura negatif menjelang penutupan perdagangan akhir pekan ini.!
Sejauh ini PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) saat ini telah mengelola enam pabrik kelapa sawit (PKS) dan satu pabrik inti sawit di Kalimantan Tengah, dengan total kapasitas produksi hingga 2,25 juta ton minyak sawit mentah (CPO) per tahun.
Meskipun kinerja belum positif pada 2018, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mempertimbangkan untuk meningkatkan volume penjualan pada tahun ini dari bisnis kelapa sawit dan panel kayu.
Emiten perkebunan sawit, PT Golden Plantation Tbk. (GOLL), menyatakan akan menahan diri dulu untuk tidak melakukan ekspansi perkebunan kelapa sawit tahun ini disebabkan oleh rendahnya harga minyak sawit mentah.
Pemerintah menetapkan besaran Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati (HIP BBN) untuk April 2019 dengan harga biodiesel ditetapkan sebesar Rp7.387 per liter dan bioetanol Rp10.178 per liter.
Ada potensi peningkatan harga minyak sawit mentah (CPO) Malaysia jika negeri jiran tersebut mengaktifkan kembali rencana pembangunan jalur kereta api tersebut oleh perusahaan asal China, yang sempat dibekukan beberapa waktu lalu.
Emiten sawit PT PP London Sumatra Tbk (LSIP) dinilai dapat meningkatkan kinerjanya tahun ini seiring dengan mulai pulihnya harga minyak sawit mentah (CPO) belakangan ini.
Dengan rencana penghapusan minyak sawit sebagai bahan baku pembuatan biodiesel di Uni Eropa, mau tidak mau Indonesia harus mencari pasar potensial baru di luar pasar tradisional yang dituju selama ini.
Pemerintah Indonesia secara resmi telah mengajukan keberatan dan menentang kebijakan Uni Eropa (UE) yang mengklasifikasikan minyak sawit sebagai minyak nabati yang tidak berkelanjutan, sehingga akan dihapuskan dalam pembuatan biofuel di kawasan Benua Biru.
Peremajaan tanaman kelapa sawit dinilai sangat penting karena langkah ini untuk meningkatkan produktivitas sawit, terutama dalam upaya mendukung program biodiesel.
Kinerja emiten perkebunan kelapa sawit pada tahun lalu semakin 'dingin' seiring dengan melemahnya harga Crude Palm Oil (CPO). Kondisi ini masih akan terus berlanjut bila kondisi pasar global dan harga CPO belum pulih.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) saat ini telah mengelola enam pabrik kelapa sawit (PKS) dan satu pabrik inti sawit di Kalimantan Tengah, dengan total kapasitas produksi hingga 2,25 juta ton minyak sawit mentah (CPO) per tahun.
Indonesia dan Malaysia berdiri bersama-sama untuk menghadapi kebijakan diskriminatif Uni Eropa yang dikemas dalam 2018/2001 of the European Union Renewable Energy Directive II.
Kebijakan Uni Eropa (UE) untuk melarang minyak sawit dalam pembuatan biofuel, dalam jangka pendek akan meredupkan prospek pelaku industri sawit meski masih ada sejumlah faktor positif yang mampu menahan kejatuhan harga minyak sawit lebih dalam.
Kebijakan Uni Eropa terhadap komoditas sawit yang dinilai diskriminatif, dinilai sebagian karena kurangnya pemahaman dan bukti bahwa sawit telah dikelola secara berkelanjutan.
Ada kabar baik datang dari Prancis, yang menyatakan Negeri Anggur itu tidak akan melarang impor minyak sawit seperti yang akan dilakukan Uni Eropa.
Penurunan harga sawit yang masih berlanjut hingga saat ini, menjadi salah satu pertimbangan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) untuk melakukan ekspansi.