Kedua Capres dan Cawapres Diharapkan Kawal Isu Sawit
Menjelang pemilihan presiden 2019, dua pasangan calon presiden dan wakil presiden diharapkan mengangkat isu sawit, terutama dalam menangkal dampak dari kebijakan diskriminatif Uni Eropa (UE).
Kontributor
Menjelang pemilihan presiden 2019, dua pasangan calon presiden dan wakil presiden diharapkan mengangkat isu sawit, terutama dalam menangkal dampak dari kebijakan diskriminatif Uni Eropa (UE).
Emiten perkebunan, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT), menargetkan kenaikan produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tahun ini mencapai 263.000 ton, tumbuh 6,4% dari produksi tahun sebelumnya sekitar 247.220 ton.
Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka mencatat kenaikan signifikan sebesar 1,5%, Selasa (2/4/2019), yang merupakan kenaikan tertinggi dalam sepekan.
Pemerintah Indonesia melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan bahwa kebijakan Uni Eropa (UE) yang akan menghapuskan minyak sawit dalam pembuatan biofuel adalah murni kebijakan diskriminatif.
Upaya Pemerintah Indonesia menangkal tindakan diskriminatif Uni Eropa terhadap komoditas sawit dengan rencana keluar dari Persetujuan Paris, mendapat dukungan dari sejumlah pihak.
Meski belum melakukan langkah konkret untuk melawan kebijakan diskriminatif Uni Eropa atas komoditas minyak sawit, tapi Indonesia sudah mempertimbangkan beberapa tindakan untuk mengantisipasi kampanye negatif terhadap sawit.
Anak usaha PT Eagle High Plantations Tbk., yakni PT Manunggal Adi Jaya (MAJ), meraih sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
PT Mahkota Group Tbk (MGRO) menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp200 miliar pada tahun ini untuk membangun kilang dan tangki timbun.
Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri menyarankan agar masalah terkait sawit bisa diselesaikan lewat diplomasi satu pintu melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Rencana Uni Eropa menghapuskan pemakaian minyak sawit untuk biofuel diyakini akan mendorong industri minyak sawit, termasuk kalangan petani kecil, untuk menghasilkan produk yang bersertifikasi internasional.
Komisi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) menyatakan sertifikasi kebun kelapa sawit yang berjalan sejak 2011 telah menerapkan standar internasional dengan melibatkan lembaga sertifikasi internasional.
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perusahaan perkebunan sawit, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) mengakui tidak dapat berbuat banyak untuk menghadapi penurunan harga Crude Palm Oil (CPO) yang berulang…
Berbagai kalangan pemangku kepentingan telah menyuarakan niat untuk melakukan aksi balasan terhadap tindakan diskriminatif Uni Eropa atas komoditas minyak sawit.
Para produsen minyak sawit dunia tengah digelayuti 'awan gelap' yang dikirimkan negara-negara Uni Eropa (UE), yang selalu menuduh sawit sebagai penyebab deforestasi dan bukan minyak nabati yang berkelanjutan.
Negara-negara Uni Eropa (UE) selalu mengaitkan lahan perkebunan kelapa sawit sebagai pemicu deforestasi, sehingga kawasan tersebut berencana menghapuskan minyak sawit sebagai bahan baku pembuatan biofuel.
PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) menyatakan persediaan minyak sawit mentah (CPO) milik perseroan semakin berkurang seiring dengan meningkatnya permintaan penjualan.
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) berkomitmen untuk siap membantu pendanaan promosi sawit berkelanjutan Indonesia di India.
Berbagai upaya dilakukan berbagai pihak di Indonesia untuk mengantisipasi atau meredam dampak dari rencana penghapusan penggunaan minyak sawit untuk biofuel.
Pemerintah Indonesia awal pekan ini menyatakan akan mendorong perusahaan sawit untuk mulai mengajukan gugatan terhadap Uni Eropa jika kawasan di Benua Biru itu berencana menghapus penggunaan minyak sawit untuk pembuatan biofuel.
Emiten perkebunan, PT Mahkota Group Tbk. (MGRO) akan memperbesar kapasitas tangki timbun menjadi 98.000 ton pada tahun ini.