Analis: Produksi dan Konsumsi CPO Diprediksi Meningkat, Pilih SSMS
Prospek produksi dan konsumsi minyak kelapa sawit (CPO) pada tahun ini diprediksi meningkat, salah satunya didukung program peremajaan tanaman sawit oleh pemerintah.
Kontributor
Prospek produksi dan konsumsi minyak kelapa sawit (CPO) pada tahun ini diprediksi meningkat, salah satunya didukung program peremajaan tanaman sawit oleh pemerintah.
Pelemahan harga minyak sawit mentah (CPO) berpotensi berlanjut pada Jumat (12/10/2018) pasca berakhir turun 1,0% di level RM2.171 pada Kamis.
Sejumlah analis memberikan proyeksi yang melemahkan harga minyak sawit mentah (CPO). Akibat menumpuknya stok minyak sawit di Indonesia dan Malaysia, harga CPO diperkirakan bergerak turun ke kisaran RM2.162-2.171 per ton.
Pemerintah menilai serangkaian kampanye hitam oleh sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) asing terhadap industri sawit adalah bagian dari persaingan dagang.
Harga CPO berpeluang melanjutkan pelemahannya pada Kamis (11/10/2018) pasca ditutup turun 0,5% di level RM 2.193 sehari sebelumnya di tengah berita melonjaknya cadangan minyak sawit Malaysia untuk September ke level tertinggi dalam delapan bulan.
Sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia, Indonesia menilai penting untuk terus melakukan diplomasi kepada dunia, terutama Eropa, terkait pentingnya kelapa sawit bagi dunia.
Produksi minyak kelapa sawit mentah (CPO) PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) berpotensi meningkat pada semester II tahun ini.
Pemerintah harus memberikan stimulus lebih bagi ekspor minyak sawit mentah (CPO), terutama saat nilai tukar rupiah melemah.
Harga minyak sawit (CPO) berpotensi bergerak dalam volatilitas tinggi, Rabu (10/10/2018), pasca berakhir naik 0,8% di level RM2.205 di tengah outlook melemahnya harga minyak WTI, menguatnya ringgit serta antisipasi trader menjelang perilisan data suplai dan permintaan CPO dari Malaysian Palm Oil Boa
Kaum milenial selama ini sangat mudah menyerap berbagai informasi yang beredar di dunia maya, baik itu informasi positif maupun negatif.
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) meminta pemerintah mengambil langkah untuk mendorong ekspor Crude Palm Oil (CPO) karena produksi CPO berlebih.
Program peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat yang ditargetkan mencapai 185.000 hektare tahun ini, ternyata baru terlaksana kurang dari 10 persen. Apa pemicunya?
Pemerintah diharapkan mempercepat pengembangan industri hilir sawit, khususnya produk bahan bakar cair berbasis minyak kelapa sawit, yang diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp815 triliun hingga Rp840 triliun sampai dengan 2025.
Pelemahan harga CPO pada Senin (8/10/2018) yang berakhir turun 1,6% di level RM 2.185 per ton, berpotensi berlanjut pada Selasa (9/10/2018).
Emiten perkebunan PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA) memacu penjualan biodiesel sejumlah 96.000 kilo liter sampai akhir tahun ini dengan estimasi nilai Rp700,8 miliar.
Pasca menguat selama tiga sesi terakhir, harga CPO berpotensi terkoreksi pada Senin (8/10/2018) karena kekhawatiran pasar terhadap tingginya produksi Malaysia.
Harga minyak sawit berpotensi melemah pada semester kedua tahun ini karena produksi minyak sawit mentah (CPO) global akan meningkat dibandingkan semester pertama 2018.
PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) menyatakan produksi Tandan Buah Segar (TBS) pada kuartal III tahun ini tumbuh 26,33% year on year (yoy).
Pemerintah Indonesia dan Malaysia telah menyetujui secara prinsip untuk mempererat kerjasama dalam menangkal berbagai upaya diskriminasi terhadap komoditas sawit, terutama di kawasan Uni Eropa.
Malaysia setuju menunjuk beberapa ahli untuk menjadi bagian dari panel Komisi Eropa yang akan memantau penggunaan tak langsung lahan sawit. Langkah ini diyakini dapat meredam diskriminasi Eropa terhadap komoditas ini.