BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kaum milenial selama ini sangat mudah menyerap berbagai informasi yang beredar di dunia maya, baik itu informasi positif maupun negatif. Untuk memberikan pemahaman tentang manfaat kelapa sawit, ada usulan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada kaum muda ini.
Usulan itu disampaikan Malaysian Estate Owners’ Association (MEOA) kepada pemerintah Malaysia untuk membuat program-program pendidikan yang dapat memberikan informasi yang benar dan penjelasan mengenai manfaat kelapa sawit kepada kaum milenial.
Hal ini juga bermanfaat untuk menangkal kampanye negatif terhadap industri sawit yang banyak disuarakan berbagai organisasi baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Presiden MEOA Jeffrey Ong mengatakan lembaga yang dipimpinnya yang mewakili lahan sawit seluas 1,2 juta hektare di Malaysia, prihatin dengan meluasnya kampanye hitam terhadap sawit, sehingga dikhawatirkan meracuni pikiran kaum muda untuk melihat sawit sebagai perusak lingkungan dan lain sebagainya.
“Sudah saatnya Kementerian Industri Utama untuk bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan untuk membuat program khusus untuk menanamkan pemahaman mengenai manfaat minyak sawit dan juga peran komoditas ini sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi dan sosial," kata Ong dalam keterangan tertulisnya.
--page
Apa yang diusulkan MEOA itu sebenarnya bisa juga dilakukan di Indonesia, karena kedua negara sama-sama mengandalkan minyak sawit sebagai komoditas ekspor penghasil devisa. Kedua negara juga sebagai kekuatan besar dalam industri sawit global, yakni memasok sekitar 85 persen kebutuhan minyak nabati dunia.
Kampanye negatif yang dilakukan aktivis lingkungan Greenpeace yang mengajak kelompok band Boomerang beberapa waktu lalu juga berpotensi meracuni pikiran ank muda tentang sawit. Padahal kelapa sawit sangat penting bagi negeri ini berkat sumbangan devisanya dan juga lapangan kerja yang diciptakannya bagi jutaan orang di berbagai pelosok negeri.
Dukungan kaum milenial untuk ikut menyuarakan manfaat, baik ekonomi maupun kesehatan, dan juga dampaknya terhadap kehidupan sosial para petani swadaya ke dunia internasional melalui berbagai jaringan distribusi, terutama di media sosial, sangat ampuh untuk meredam kampanye negatif terhadap sawit. (NEDELYA RAMADHANI/m)








