Ini Bikin Performa Tunas Baru Lampung Loyo
Performa emiten perkebunan sejak awal tahun ini melemah lantaran sentimen penurunan harga minyak sawit mentah (CPO). Salah satu emiten yang terkena imbasnya adalah PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA).
Kontributor
Performa emiten perkebunan sejak awal tahun ini melemah lantaran sentimen penurunan harga minyak sawit mentah (CPO). Salah satu emiten yang terkena imbasnya adalah PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA).
Analis NH Korindo Sekuritas, Joni Wintarja, menyatakan meski kinerja keuangan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) melorot, tetapi sejatinya fundamental emiten ini masih cukup baik.
Harga CPO pada perdagangan Selasa (22/5/2018) ditutup di RM2.477, dengan histori pada hari perdagangan itu menyentuh harga rendah (Low) di RM2.451 serta harga tinggi (High) di RM2.485.
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Beberapa diplomat Inggris telah memperingatkan pemerintahan Negeri Ratu Elizabeth itu untuk tidak ikut-ikutan Uni Eropa (UE) melarang impor minyak sawit, karena akan…
Seiring momentum puasa dan Lebaran, pendapatan PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) berpotensi meningkat pada kuartal II tahun ini dari triwulan sebelumnya/
Fenomena peningkatan harga minyak dunia belakangan ini, yang salah satunya dipicu oleh sanksi Amerika Serikat terhadap Iran, telah memberikan sentimen positif terhadap berbagai harga komoditas.
Meskipun dirundung sentimen negatif, tetapi harga minyak sawit mentah (CPO) tetap berpotensi membaik pada kuartal II tahun ini.
Emiten perkebunan PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) mendapat berkah dari kenaikan permintaan produk kelapa sawit dan gula menjelang momen Ramadan serta Hari Raya Idul Fitri.
Kinerja dan prospek apik PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menjadi salah salah satu saham yang direkomendasikan tim analis PT Valbury Sekuritas Indonesia.
Beberapa daerah yang banyak memiliki area perkebunan kelapa sawit, diprediksi akan mendapat berkah dari rencana China untuk menambah impor minyak sawit.
Harga minyak sawit mentah (CPO) memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan awal pekan ini seiring dengan melemahnya ringgit Malaysia terhadap dolar AS dan dukungan dari penguatan harga minyak mentah dunia.
Pada pekan ini, harga minyak sawit (CPO) acuan diperkirakan melanjutkan penguatannya setelah pekan lalu ditutup di level tertinggi dalam lebih dari lima pekan terakhir.
su politik pasca pemilihan umum (pemilu) di Malaysia diyakini tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kinerja emiten produsen minyak kelapa sawit di Indonesia.
Federal Land Development Authority (Felda) diperkirakan tetap mempertahankan investasinya pada PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) karena memperoleh untung dari hasil investasi di emiten perkebunan sawit ini.
Kinerja emiten perkebunan diperkirakan membaik pada kuartal II tahun ini seiring dengan proyeksi tingginya permintaan CPO yang mendongkrak harga komoditas tersebut.
Perdagangan pada Kamis (17/5/2018), harga minyak sawit (CPO) berada pada level RM2.415-an. Untuk perdagangan hari ini, harga CPO dibuka pada level RM2.400, sedangkan harga tinggi (High) tercatat di level RM2.420, dan harga rendah (Low) di RM2.399.
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) memprediksi permintaan minyak sawit mentah (CPO) perseroan dapat meningkat sebesar 10% selama Ramadan.
Ramadan dan Idul Fitri Berkah Bagi Emiten Perkebunan
Perdagangan pada Rabu (16/5), harga minyak sawit (CPO) akan bergerak di level RM2.422. Pagi ini harga CPO dibuka di level RM2.422, dengan level tinggi (High) tercatat berada di RM2.427, dan harga rendah (Low) di RM2.418.
Setelah bergerak positif dalam dua perdagangan terakhir, harga minyak sawit mentah (CPO) diprediksi akan menguji kembali level resistance RM2.466 per ton.