Perang Dagang AS Vs China Pengaruhi Emiten Sawit
Isu perang dagang antara Amerika Serikat dan China masih mewarnai pergerakan pasar domestik. China akan mengenakan bea masuk dengan menargetkan produk kedelai, pesawat terbang dan alat berat asal AS.
Kontributor
Isu perang dagang antara Amerika Serikat dan China masih mewarnai pergerakan pasar domestik. China akan mengenakan bea masuk dengan menargetkan produk kedelai, pesawat terbang dan alat berat asal AS.
Beberapa sentimen positif yang beredar di pasar membuat harga minyak sawit mentah (CPO) berpotensi melanjutkan penguatannya akhir pekan ini.
Meski mengalami pergerakan dalam kisaran sempit, namun harga minyak sawit mentah (CPO) mulai mendapatkan sentimen positif dari penerapan tarif tinggi bagi impor kedelai dari Amerika Serikat.
Emiten perkebunan, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN), mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp104,6 miliar atau Rp10 per saham.
GAPKI menyatakan, ekspor produk minyak sawit mentah (CPO) Indonesia ke India diperkirakan mengalami penurunan 15%, setelah negara tersebut menaikkan bea masuk.
CIMB Equities Research memperkirakan rendahnya stok minyak sawit untuk Maret dan kekhawatiran atas menurunnya panen kedelai di Amerika akan memberikan dukungan bagi harga minyak sawit mentah (CPO).
Di tengah gonjang-ganjing perseteruan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China dengan saling menerapkan tarif terhadap sejumlah komoditas, dinilai akan mempengaruhi perekonomian dunia.
Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menilai harus ada langkah serius untuk menindak penangkar benih kelapa sawit ilegal demi menyukseskan program peremajaan.
Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) tengah melakukan kajian untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa di Kalimantan Timur.
Seperti perusahaan perkebunan sawit lainnya, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) juga dibayangi pelemahan harga minyak sawit mentah (CPO) yang terjadi belakangan ini.
Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat RUU Perkelapasawitan sangat penting dan perlu dijelaskan para pelaku industri kelapa sawit.
ndustri kelapa sawit domestik menghadapi tantangan berat akibat pengenaan bea impor cukup tinggi di negara tujuan ekspor.
Pada perdagangan Selasa (3/4/2018), harga minyak sawit berpeluang melanjutkan penguatan seiring meningkatnya permintaan menjelang Ramadan.
Menjelang Ramadan, permintaan minyak nabati, termasuk minyak sawit, mulai menunjukkan peningkatan. Hal itu memberikan sentimen positif bagi harga minyak sawit.
PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) akan fokus meningkatkan kinerja operasional perusahaan tahun ini dengan cara menaikkan produksi, melakukan ekspansi dan efisiensi.
Perusahaan perkebunan asal Malaysia yang juga beroperasi di Indonesia, Sime Darby Plantation Bhd, menjelaskan bahwa seluruh lahan perkebunannya sekarang sudah mengantongi sertifikasi Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO).
PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) berhasil menurunkan rugi bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk selama tahun lalu sekitar 89,16% atau menjadi Rp166,384 miliar, dari tahun sebelumnya mencapai Rp1,535 triliun.
PT Monex Investindo Futures menyatakan ada kecenderungan perbaikan harga minyak sawit mentah (CPO) akibat perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) berencana membangun satu pabrik kelapa sawit baru pada tahun ini, sebagai upaya meningkatkan kapasitas produksi.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menargetkan produksi minyak kelapa sawit (CPO) pada tahun ini dapat tumbuh 15% menjadi 338.805 ton.