Kebakaran Melanda Permukiman Padat Bantaran Sungai Berangas
Kebakaran melanda permukiman padat di Berangas Barat, Kecamatan Alalak, Barito Kuala. Sejumlah rumah terdampak, sementara penyebab kebakaran masih belum diketahui.
Koresponden
Kebakaran melanda permukiman padat di Berangas Barat, Kecamatan Alalak, Barito Kuala. Sejumlah rumah terdampak, sementara penyebab kebakaran masih belum diketahui.
Informasi warga menyebutkan, kabut asap mulai terasa parah sejak sekitar pukul 05.00 WIB. Kondisi serupa dilaporkan terjadi di sejumlah titik, mulai dari kawasan Jembatan Pulau Petak hingga mendekati wilayah Kalimantan Selatan.
Kehadiran PJU bertujuan untuk memperjelas jarak pandang pengendara yang melintas saat malam hingga pagi hari.
Status siaga darurat masih mengacu pada ketetapan sebelumnya sembari menunggu hasil evaluasi menyeluruh.
Kondisi tersebut kerap dijumpai di beberapa titik rawan, seperti di kawasan Jalan Keruing, Jalan Jawa dan Jalan Antang-Sei Baras.
Angka ini mencatatkan rekor tertinggi sepanjang periode musim kemarau tahun ini
Dukungan tangki air dinilai sangat diperlukan karena akses terhadap sumber air di sekitar titik kebakaran cukup sulit, sehingga dapat menghambat proses pemadaman.
Api membakar vegetasi semak dan pepohonan di kawasan lahan yang kondisinya kering. Dari dokumentasi yang beredar, kepulan asap terlihat cukup tebal dari area yang terbakar dan membumbung di atas hamparan lahan.
Kondisi itu sempat dikhawatirkan membuat api merembet ke kendaraan atau bangunan di sekitar lokasi
Kondisi cukup parah dilaporkan terjadi di ruas Trans Kalimantan Kilometer 3, kawasan Anjir, menuju Kuala Kapuas. Di sejumlah titik, jarak pandang hanya sekitar belasan meter sehingga pengendara harus meningkatkan kewaspadaan saat melintas.
Melalui pendidikan lingkungan di sekolah, pola pikir dan kebiasaan hidup bersih diharapkan dapat mengakar kuat pada diri para siswa.
Pelaksanaan Salat Istisqa diikuti masyarakat, pelajar, serta sejumlah unsur lainnya. Peserta mengikuti rangkaian salat dan doa dengan khusyuk sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi kondisi kekeringan yang semakin terasa di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan di lapangan, intensitas api mulai mengalami penurunan sekitar pukul 15.37 WITA setelah petugas melakukan upaya pemadaman.
Informasi yang dihimpun dari jejaring relawan menyebutkan, kecelakaan itu mengakibatkan delapan orang menjadi korban. Satu korban berjenis kelamin laki-laki meninggal dunia, sedangkan tujuh korban lainnya mengalami luka-luka dengan kondisi mulai dari serius hingga kritis.
Informasi yang dihimpun, jasad tersebut pertama kali terlihat tersangkut di celah antara lambung kapal dan pelampung ban. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada tim relawan dan pihak berwenang untuk segera dilakukan penanganan.
Melalui sinergi ini, sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Kapuas diharapkan bertransformasi menjadi lebih modern dan terintegrasi.
Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I Sangkai, tersebut bertujuan mendorong percepatan penetapan lokasi lahan untuk proyek infrastruktur strategis daerah.
Warga setempat langsung melakukan upaya pemadaman di lokasi untuk mencegah api semakin meluas.
Kepulan asap terlihat jelas dari area belakang kompleks pesantren. Api membakar vegetasi semak kering di lahan yang cukup luas dan dilaporkan berada hanya beberapa meter dari bangunan pesantren sehingga penanganan segera dilakukan untuk mencegah api merembet ke area tersebut.
"Dari 30 UMKM yang menyampaikan usahanya, ada enam UMKM yang dinilai bisa masuk ke gerai. Keenam jenis produk tersebut sudah melalui seleksi dan memenuhi standar yang diberikan,"