Masih Ada Warga Nekat Bakar Lahan, Sorot Api di Tembusan Antang-Sei Baras Kapuas Jadi Perhatian
Meski tidak menimbulkan kebakaran permukiman, peristiwa itu justru menyoroti masih adanya warga yang nekat melakukan pembakaran lahan
Koresponden
Meski tidak menimbulkan kebakaran permukiman, peristiwa itu justru menyoroti masih adanya warga yang nekat melakukan pembakaran lahan
Berdasarkan informasi yang beredar dari relawan dan warga di lokasi, lima rumah mengalami kerusakan berat akibat amukan api.
Selain mengamankan pelaku, penyidik juga menyita satu unit mobil yang diduga digunakan saat peristiwa tabrak lari terjadi sebagai barang bukti dalam perkara tersebut
Dalam rapat koordinasi yang digelar pemerintah daerah, dibahas pemetaan kebutuhan konsumsi LPG 3 kilogram berdasarkan jumlah kepala keluarga dan pelaku usaha mikro. Pendataan tersebut menjadi acuan dalam menentukan kebutuhan LPG di setiap wilayah.
Pengungkapan kasus tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi masyarakat yang diterima Satresnarkoba sehari sebelumnya. Pada Minggu, 5 Juli 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, polisi memperoleh laporan bahwa rumah tersebut diduga kerap dijadikan lokasi transaksi sabu. Menindaklanjuti informasi itu, personel Satresnarkoba membuat laporan informasi dan surat perintah penyelidikan sebelum melakukan serangkaian penyelidikan di lapangan.
Alokasi tersebut mengacu pada surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor B-113/MG.05/DJM/2026 tanggal 6 Januari 2026. Selain memastikan kecukupan kuota, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi potensi kelangkaan LPG di lapangan.
Dengan bergabungnya dr. Aslan, RSUD Kapuas kini memiliki tiga dokter spesialis neurologi. Selain dr. Aslan Tonapa, Sp.N, terdapat dr. Ichsan Safwannoor, Sp.S yang bertugas paruh waktu setiap Senin dan Jumat, sementara dr. Silvia Velika, Sp.N saat ini sedang mengikuti pendidikan fellowship neurointervensi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
"Mohon ambulans segera, ada 3 korban parah,"
MIN 1 Kapuas Unit II menyambut siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027 melalui MATAMUDA untuk mengenalkan lingkungan sekolah dan membangun karakter.
Pemkab Kapuas menyusun Raperda Pengendalian Peredaran Minuman Beralkohol yang mengatur zonasi, perizinan, kuota, pengawasan, dan sanksi.
Polresta Banjarmasin menyita sekitar 13 kilogram sabu dan 10.229 pil diduga ekstasi serta mengamankan tiga pria dalam pengungkapan jaringan narkotika.
Semak belukar di kawasan KP3 Kuala Kapuas terbakar dan diduga dipicu puntung rokok. Warga bergerak cepat memadamkan api sebelum meluas.
Berdasarkan pantauan BORNEONEWS, kedua anak tersebut mengendarai sepeda listrik menuju sekolah, melewati jalan raya tanpa prosedur keselamatan
Kondisi tersebut membuat manajemen harus mengatur kembali jadwal pelayanan agar pelayanan kepada masyarakat tetap dapat berjalan
Penyusunan Perbup merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kepastian hukum di bidang investasi.
Kepastian tersebut dimatangkan dalam rapat penyusunan Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) baru-baru ini. Raperbup tersebut merupakan aturan pelaksana dari Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi.
Akibat insiden fatal ini, tiga orang yang berada di dalam kendaraan menjadi korban. Relawan gabungan bersama warga setempat langsung bergerak cepat mengevakuasi seluruh korban dari lokasi kejadian guna dilarikan ke rumah sakit terdekat demi mendapatkan pertolongan darurat.
Kantor SAR Banjarmasin baru menerima laporan resmi mengenai insiden tersebut pada malam hari, tepatnya pukul 22.12 WITA, dari perwakilan PJKR, Arif Maulana. Berdasarkan laporan awal, peristiwa mencekam itu sebenarnya terjadi sekitar pukul 14.30 WITA ketika korban tengah beraktivitas di sekitar sungai setempat.
Berdasarkan informasi kepolisian, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di kolong bagian depan rumah dengan sejumlah luka pada tubuhnya. Petugas yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban, serta mengumpulkan barang bukti.
Ribuan ikan dilaporkan mati mengapung di aliran Sungai Martapura dalam sepekan terakhir. Warga berharap pemerintah segera menelusuri penyebabnya.