Dinkes Kalteng Ingatkan Kematangan Masak Babi Diperhatikan Demi Cegah Infeksi Cacing Pita
Infeksi cacing pita yang terdapat di dalam daging babi adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit berjenis taenia solium.
Tag
Infeksi cacing pita yang terdapat di dalam daging babi adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit berjenis taenia solium.
Dokter hewan yang bertugas di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota?Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono memberikan informasi bahwa kasus African Swine Fever (ASF) pada babi tidak ada hubungannya dengan meningitis pada manusia.
Menurut Ganjar, penurunan popilasi ini terjadi pasca banyaknyaa ternak babi milik masyarakat yang mengalami kematian saat virus ASF merajalela pada akhir 2022 hingga awal 2023 ini.
Selain itu babi juga digunakan baik untuk memberikan pertanda baik atau buruk bagi masyarakat Dayak melalui pembacaan hati babi, atau juga digunakan sebagai kurban dan sesajian.
Hingga saat ini belum ditemukan vaksin untuk pencegahan ASF, karena itu peternak harus mewaspadai penyebaran ASF. Penyakit ini penularannya cepat dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 persen, sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar.
Di Desa Luwuk Bunter diperkirakan ada sekitar 40 peternak babi. Semuanya mengalami hal yang sama. Setiap peternak minimal memelihara 15 ekor babi.?
Kepala Polres Jayawijaya AKBP Muh Safei, Senin 26 Oktober 2021 mengatakan mereka meminta waktu satu bulan untuk menyiapkan tuntutan denda dari keluarga
DPKP juga telah menerbitkan surat edaran dengan sejumlah poin penting sebagai bentuk kewaspadaan serta penanganan sebaran virus ASF di Kota Cantik
Petugas DOKH juga secara rutin mendatangi para peternak babi
Virus ini telah menyerang babi ternak di Kalteng sejak september hingga Oktober ini. Babi ternak yang terpapar ada di Kabupaten Katingan, Murung Raya, Gunung Mas, Pulang Pisau dan Palangka Raya
Kejadian ini ramai diperbincangkan pengguna Facebook di Kalimantan Tengah (Kalteng). Informasi itu dibagikan nitizen melalui kolom komentar pada akun Facebook RedaksiBorneonews
Ratusan babi ternak di Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami kematian secara mendadak akibat terserang penyakit demam babi Afrika atau African Swine Fever
Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) mengambil langkah antisipatif?dan persiapan karantina untuk ternak babi di Kelurahan Beriwit akibat terjadinya puluhan kasus kematian dalam beberapa Minggu terakhir.
Sebanyak 878 ekor?babi?yang mati mendadak di Kota Palembang karena terserang Africa Swine Faver atau Demam Babi Afrika berdasarkan hasil pemeriksaan salah satu sampel yang dikirim ke Balai Veteriner Lampung.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Gunung Mas mengatakan ada sejumlah langkah yang harus dilakukan, jika ternak babi terserang sakit kudis.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Gunung Mas mengingatkan kepada peternak babi di daerah ini agar mewaspadai penyakit diare yang dapat menyerang ternak mereka.
Berbagai penyakit yang umum terjadi pada ternak babi tentu sangat merugikan peternak. Bahkan ada yang sampai menyebabkan kematian pada ternak babi
Masih ditemukan obat Viostin DS, namun tidak ditemukan obat tanpa izin edar dan No Bets
BORNEONEWS, Muara Teweh – Mie ramen asal Korea yang diduga mengandung bahan babi (B2) ini ternyata juga sudah beredar di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara. Dengan adanya pernyataan Badan Pengawasan…
Memperingati tahun baru Imlek 2567, ratusan umat Budha keturunan Tionghoa, memadati Vihara (Wihara) Graha Sailendra di Jalan Ahmad Yani km.9, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar), Senin…