BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,5 Persen
Bank Indonesia menurunkan menurunkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebanyak 25 basis poin menjadi sebesar 4,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur periode 18-19 Maret 2020.
Tag
Bank Indonesia menurunkan menurunkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebanyak 25 basis poin menjadi sebesar 4,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur periode 18-19 Maret 2020.
Cerita ini merupakan skenario dari Latihan Operasi Penanggulangan Teror di Gedung BI Sampit oleh Kopassus
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2020 tercatat sebesar 130,4 miliar dolar AS atau tetap tinggi meskipun lebih rendah dibandingkan posisi akhir Januari 2020 sebesar 131,7 miliar dolar AS.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo yakin perbaikan ekonomi akan terjadi pada semester kedua 2020, setelah isu?virus corona?Covid-19 selesai.
Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Januari 2020 tercatat Rp6.046,7 triliun atau tumbuh 7,1 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,5 persen (yoy).
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan kredit pada 2020 berada pada kisaran 9 persen-11 persen, turun dari perkiraan sebelumnya 10 persen-12 persen.
Bank Indonesia (BI) memperkirakan outlook permintaan akan properti di Indonesia pada 2020 semakin baik karena kondisi perekonomian semakin baik dan sejumlah kebijakan telah dikeluarkan.
Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Januari 2020 mengindikasikan optimisme konsumen tetap terjaga, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tetap berada pada level optimistis (di atas 100) yakni 121,7, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan Desember 2019 sebesar 126,4.
Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan ekspansi kegiatan dunia usaha pada triwulan IV-2019 tetap tumbuh positif, meskipun melambat dibandingkan dengan kegiatan usaha pada triwulan sebelumnya.
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat uang lusuh tidak layak beredar sepanjang 2019 mencapai Rp2,7 triliun. Duit jumbo itu akhirnya dimusnahkan.
Penjualan eceran tetap tumbuh positif pada November 2019, meskipun melambat dibandingkan penjualan pada bulan sebelumnya, tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2019 yang tumbuh 1,3 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan IPR Oktober 2019 sebesar 3,6 persen (yoy).
Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang tunai sebesar Rp105 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seluruh Indonesia menjelang Natal dan akhir tahun 2019.
Bupati Barito Utara H Nadalsyah bersama Sekda Jainal Abidin menghadiri pertemuan tahunan Bank Indonesia (BI) di Kahayan Ballroom Swiss-Bell Hotel, Palangka Raya, Selasa 10 Desember 2019.
Bank Indonesia memperkirakan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada akhir tahun ini akan berbalik menjadi surplus 1,5 miliar dolar AS dibanding kondisi defisit pada 2018 yang sebesar 7,1 miliar dolar AS.
Bank Indonesia memperkirakan defisit transaksi berjalan pada tahun ini akan menurun menjadi 2,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dibanding pada 2018 yang sebesar 2,93 persen PDB.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan pelaku UMKM yang telah menembus pasar global harus tetap menjaga konsistensi dan kontinuitas dalam hal kuantitas dan kualitas produknya.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan terdapat tiga pelajaran penting dalam perjalanan ekonomi 2019 yang dapat dipetik sebagai strategi dalam menghadapi penurunan globalisasi dan meningkatnya digitalisasi.
Kuartal III-2019, utang luar negeri (ULN) Indonesia naik 10,2% (year on year/yoy) menjadi US$395,6 miliar. Setara Rp5.607 triliun dengan asumsi kurs Rp14.174 per dolar AS.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan nilai ekonomi Indonesia yang terkait dengan prinsip halal atau nilai-nilai syariah bisa menembus Rp12,8 ribu triliun atau sekitar 80 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang setara Rp16 ribu triliun.
Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (BI) mengindikasikan pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan III-2019 masih terbatas.