Penduduk Bekerja di Kalteng Terus Meningkat
Angkatan kerja pada Agustus 2021 yang mencapai 1.410.310 orang itu mengalami peningkatan dibandingkan Agustus tahun lalu 1.381.440 orang
Tag
Angkatan kerja pada Agustus 2021 yang mencapai 1.410.310 orang itu mengalami peningkatan dibandingkan Agustus tahun lalu 1.381.440 orang
Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menerangkan kenaikan ini karena didorong oleh naiknya nilai tukar subsektor tanaman perkebunan rakyat yaitu sebesar 2,26 persen, peternakan 0,68 persen dan hortikultura 0,24 persen
Ketua BPS Kalteng, Eko Marsoro melalu rilis datanya menyampaikan bahwa frekuensi penerbangan di Kalteng selama bulan September 2021 mengalami kenaikan 8,81 persen.
Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi antara lain tarif air minum PDAM, ikan patin, daging ayam ras, minyak goreng, dan ikan gabus. Sedangkan, komoditas yang memberikan sumbangan deflasi antara lain tomat, telur ayam ras, bawang merah, wortel, serta angkutan udara
Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro dalam rilisnya mengatakan jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada Juli 2021 turun sebesar 47,97 persen dibanding bulan sebelumnya, dari 24.703 orang menjadi 12.854 orang.
Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro dalam rilisnya mengungkapkan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang dan non bintang selama bulan Juli 2021 di Kalteng turun.
Penurunan frekuensi kunjungan tersebut terjadi di beberapa Pelabuhan seperti Kumai yakni 49 kunjungan, Sampit 25 kunjungan, Sukamara 15 kunjungan, Pulang Pisau 11 kunjungan, dan Pangkalan Bun 5 kunjungan
Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengatakan ketimpangan pengeluaran penduduk diukur dengan Gini Ratio pada Maret 2021 yaitu 0,323 poin
Peningkatan ini karena didorong oleh kenaikan nilai tukar subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 3,59 persen dan subsektor peternakan 1,31 persen
Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro melalui rilisnya mengungkapkan jika dibandingkan bulan Mei tahun 2020, frekuensi kunjungan kapal laut di Kalteng pada Mei 2021 mengalami kenaikan.
Impor dari Malaysia dan Singapura mengalami penurunan masing-masing senilai US$ 7,08 juta atau 87,62 persen dan US$ 2,15 juta atau 100,00 persen
Peningkatan terbesar terjadi pada komoditas mesin/pesawat mekanik sebesar US$ 7,21 juta atau 626,96 persen, dan penurunan terbesar yaitu pada komoditas bahan bakar mineral sebesar US$ 2,00 juta atau 41,93 persen
Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengatakan selama bulan April 2021, ada beberapa komoditas utama yang di ekspor oleh Kalteng ke beberapa negara.
Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro melalui rilisnya mengatakan pertumbuhan ekonomi Kalteng pada triwulan I tahun 2021 mengalami kontraksi sebesar 3,12 persen jika dibandingkan triwulan I di tahun 2020 lalu (y-on-y).
Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapakan perekonomian Kalteng pada triwulan I tahun 2021 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku yakni mencapai Rp39,197 miliar dan atas dasar konstan 2010 mencapai Rp24.620,7 miliar.
Sejumlah komoditas barang utama diimpor Provinsi Kalteng selama bulan Maret 2021 lalu. Itu diketahui berdasarkan data dari BPS Kalteng.
Dari data tersebut, frekuensi kunjungan kapal laut di wilayah Kalteng naik sebesar 24,49 persen yakni 788 kunjungan, jika dibandingkan Februari 2021 yang hanya 633 kunjungan saja.
Kondisi ini bisa diartikan bahwa kelompok menengah ke atas mengalami kontraksi rata-rata pengeluaran, sehingga ketimpangan semakin menurun
ika ditelaah menurut wilayah, memperlihatkan persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah di wilayah perkotaan pada periode September 2020 tercatat sebesar 19,07 yang berarti termasuk dalam kategori ketimpangan rendah
Bila ditinjau berdasarkan wilayah, gini ratio pada September 2020 di wilayah perkotaan mencapai angka 0,357, atau turun 0,004 poin