Pakaian dan Alas Kaki Dorong Inflasi di Kalteng Hingga 0,89 Persen
Indeks harga meningkat dari 102,34 pada Februari 2024 menjadi 103,25 pada Februari 2025. Namun, terdapat perbedaan dalam kontribusi inflasi antara subkelompok pakaian dan alas kaki.
Tag
Indeks harga meningkat dari 102,34 pada Februari 2024 menjadi 103,25 pada Februari 2025. Namun, terdapat perbedaan dalam kontribusi inflasi antara subkelompok pakaian dan alas kaki.
Plh Karo Ekonomi Setda Provinsi Kalteng Fanny Kartika Octavianti mengingatkan pentingnya antisipasi kenaikan harga walaupun terjadi deflasi.
"Terdapat tiga pelabuhan utama yang berperan penting dalam ekspor di Kalimantan Tengah selama periode ini, yaitu Pelabuhan Kumai, Pelabuhan Pulang Pisau, dan Pelabuhan Sampit,"
Pada Desember 2024, Kalimantan Tengah mencatat peningkatan nilai ekspor pada beberapa komoditas utama.
Perdagangan luar negeri Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan tren yang menarik selama Desember 2024. Nilai ekspor Kalimantan Tengah mencapai USD 417,22 juta, meningkat 17,07 persen dibandingkan dengan November 2024.
Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian atau NTUP adalah perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima oleh Petani atau It dengan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal atau BPPBM dikalikan dengan 100.
Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa pada Januari 2025, Indeks Konsumsi Rumah Tangga atau IKRT petani di Kalimantan Tengah mengalami penurunan sebesar 0,09 persen dibandingkan bulan sebelumnya, turun dari 126,71 menjadi 126,60.
"Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan di kalangan nelayan dan pembudidaya ikan. Salah satu faktor utama yang berkontribusi pada kenaikan NTNP adalah peningkatan Indeks Harga yang Diterima atau It subsektor perikanan sebesar 0,20 persen"
Pada Januari 2025, terjadi kenaikan Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan atau NTPP sebesar 1,86 persen. Hal ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani atau It sebesar 2,04 persen, yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani atau Ib= yang hanya sebesar 0,18 persen.
Nilai Tukar Petani Hortikultura atau NTPH Provinsi Kalimantan Tengah mengalami peningkatan signifikan pada bulan Januari 2025, naik sebesar 3,61 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
"Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib yang tumbuh sebesar 9,18 persen"
"Ekonomi Kalimantan Tengah triwulan IV-2024 terhadap triwulan IV-2023 year-on-year mengalami pertumbuhan sebesar 4,43 persen"
Pada triwulan IV-2024, perekonomian Kalimantan Tengah mencatat pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan dengan triwulan IV-2023, yakni sebesar 4,43 persen.
Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Tengah Triwulan IV-2024 pada 2024, menunjukkan peningkatan signifikan, yaitu sebesar 4,46 persen.
Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah melaporkan bahwa Nilai Tukar Petani atau NTP gabungan di wilayah ini mengalami peningkatan pada Januari 2025.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, tiga dari empat kabupaten/kota di provinsi tersebut mengalami inflasi tahunan atau y-on-y pada Januari 2025.
Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan informasi terbaru mengenai tingkat inflasi di provinsi tersebut. Menurut data yang disampaikan, inflasi year-on-year atau y-on-y pada Januari 2025 tercatat sebesar 0,28 persen.
Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah melaporkan bahwa kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya di provinsi ini mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 5,62 persen pada Januari 2025.
Pada Januari 2025, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 1,99 persen.
"Subkelompok pendidikan lainnya mencatat inflasi y-on-y tertinggi sebesar 5,11 persen, sementara subkelompok pendidikan dasar dan anak usia dini mengalami inflasi terendah sebesar 0,83 persen.,"