Warga Desa Handil Sohor Diresahkan Adanya Serangan Buaya
Buaya di Sungai Handil Sohor ada beberapa ekor. Dari yang pendek dengan panjang sekitar 1 meter hingga yang terbesar dengan panjang sekitar 3 meter
Tag
Buaya di Sungai Handil Sohor ada beberapa ekor. Dari yang pendek dengan panjang sekitar 1 meter hingga yang terbesar dengan panjang sekitar 3 meter
Seekor anak buaya meneror warga di Desa Telaga Baru, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Beruntung masyarakat berhasil menangkapnya.?
Seekor buaya diduga menerkam babi ternak milik warga Desa Palangan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).?
Sempat menghebohkan dan viral di kalangan warga atas penampakan yang diklaim oleh banyak orang merupakan buaya di Sungai Beriwit ternyata hanya boneka buaya.
Kepolisian Sektor (Polsek) Murung masih mengecek kebenaran dugaan kemunculan buaya di Sungai Beriwit, Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya.
Sebuah foto kemunculan buaya diduga di Sungai Beriwit menghebohkan jagat media sosial kalangan masyarakat Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya.
Masyarakat yang melihat buaya diimbau untuk berhati-hati. Apalagi, belum ada pengalaman sama sekali dalam menangkap buaya
Jari telunjuk?salah seorang petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, M Aliansyah terluka digigit buaya. Tepatnya pada jari telunjuk tangan sebelah kanan.?
Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Pulang Pisau memasang perangkap buaya di Sungai Malang Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau.?
Penangkapan buaya itu dilakukan dirinya sekitar 1 Minggu yang lalu. Saat itu?dirinya sedang berada di kebun
Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA mengecek?kemunculan buaya di Sungai Malang Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau, Rabu, 26 Febuari 2020. Sebelum melakukan pengecekan, tim BKSDA lebih dulu mendatangi kantor Desa Mantaren II.?
Dipilihnya lokasi ini karena lokasinya relatif aman dari gangguan dan jauh dari permukiman penduduk
Pelepasliaran yang seyogyanya dilakukan Jumat kemarin, tapi mengalami penundaan sampai keesokan harinya karena?cuaca yang tidak bersahabat
Tim satgas khusus yang dibentuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang beranggotakan sejumlah personil dari BKSDA Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Polairud Polda Sulteng dan dibantu dua ahli buaya dari Australia terus melanjutkan perburuan seekor buaya liar berkalung ban di Sungai Palu.
Buaya senyulong atau sapit berukuran besar yang ditangkap warga Desa Arga Mulya Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kamis, 13 Februari 2020, rencananya bakal diberangkatkan menuju lokasi pelepasliaran di Sungai Buluh Kecil, Taman Nasional Tanjung Puting, Sabtu, 15 Februari 2020 subuh.
Buaya sinyulong atau buaya sapit sepanjang 5 meter yang ditangkap warga Desa Arga Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dipastikan bakal dilepasliarkan di Sungai Buluh Kecil Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Puluhan warga di Sungai Pakit, Desa Arga Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng beramai-beramai menangkap dan mengevakuasi, buaya berukuran lima meter, Kamis, 13 Februari 2020, sekitar pukul 10.00 WIB.
Beberapa hari sebelumnya sempat terlihat seekor buaya ukuran lebih besar lagi di Sungai Serkel yang menjadi lokasi penangkapan? buaya sepanjang 5 meter tersebut
Buaya yang ditemukan warga Desa Arga Mukya Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kamis, 13 Februari 2020, ternyata berjenis buaya sinyulong atau sapit.
Ada seekor buaya menyeberang jalan. Peristiwa ini tentu saja menghebohkan warga. Kemunculan buaya yang sedang menyeberang jalan ini sempat terekam kamera video lalu diunggah ke media sosial.