Buaya 2,5 Meter Tersangkut Jaring Ikan Nelayan di Sampit
Hewan dilindungi tersebut berjenis kelamin betina dan tersangkut di jaring pada Sabtu 24 Agustus 2019
Tag
Hewan dilindungi tersebut berjenis kelamin betina dan tersangkut di jaring pada Sabtu 24 Agustus 2019
Buaya kembali muncul di Sungai Mentaya, Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sejak beberapa hari terakhir, hewan buas tersebut kembali menampakan diri.
Warga di Desa Handil Sohor, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sudah sering melihat kemunculan buaya di sungai tersebut sebelum nenek Jumantan (60) menjadi korban serangan buaya.
Buaya yang menyerang nenek Jumantan (60) warga Desa Handil Sohor, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diperkirakan berukuran 1,5 meter.
Seorang nenek berusia 60 tahun bernama Jumantan, warga Desa Handil Sohor, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur, menjadi korban sambaran buaya, Kamis 18 Juli 2019. Beruntung, nyawanya terselamatkan, nenek itu hanya menderita luka di tangan kirinya.
Buaya sepanjang kurang lebih 4 meter hampir setiap hari dalam sepekan terakhir menampakkan diri di Sungai Mentaya, tepatnya di Desa Bapeang, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Komandan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Muriansyah, membantah jika video tersebut diambil di wilayah Kotim.
Dalam beberapa pekan terakhir ini tidak ada tanda-tanda buaya masuk dan memakan pancing yang dipasang BKSDA
Legislator meminta pemkab Kotim untuk kembali menyediakan closet atau tempat buang air kepada warga bantaran sungaj serta saluran PDAM, agar warga tidak lagi beraktivitas di sungai.
Selang sehari setelah mengevakuasi lutung merah yang nyasar ke pemukiman warga, Jumat (1/3/2019) kembali Team Animal Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengevakuasi satwa liar yang nyasar masuk pemukiman, yakni berupa ular piton dan buaya.
Survei tersebut renacananya akan dilakukan di Sungai Mentaya, perairan daerah Kecamatan Pulau Hanaut. Karena di daerah tersebut kerap sekali terlihat kemunculan buaya
Rencana awalnya, bangkai buaya tersebut akan dibawa ke Sampit untuk dimakamkan. Namun masyarakat sekitar meminta dimakamkan di Dusun Seranggas.
Seekor buaya berjenis kelamin jantan tewas di Sungai Seranggas, Dusun Seranggas, Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Viralnya video tersebut langsung menjadi perhatian Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, yang langsung melakukan observasi bersama personel Polsek Baamang.
Sejumlah sungai yang menjadi habitat buaya tersebut di antaranya, Sungai Parebok, Sungai Basawang, Sungai Regei Lestari, Sungai Seranggas, dan beberapa sungai lainnya yang merupakan anak Sungai Mentaya.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akan kembali memasang perangkap dan pancing buaya di Sungai Seranggas, Dusun Seranggas, Kecamatan Teluk Sampit.
Harus ada bukti pemerintah itu hadir kepada masyarakat di tengah persoalan yang mengancam keselamatan mereka yang setiap saat bisa terjadi tersebut.
MCK yang dibangun di daratan akan mencegah serangan buaya di daerah itu.
Selama ini, Pemkab masih kurang berperan dalam pencegahan serangan buaya kepada warga.
Buaya yang masuk perangkap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, di Sungai Seranggas, Dusun Seranggas, Desa Lempuyang, Kecamayan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diperkirakan berusia 12 tahun.