Petugas BKSDA Kesulitan Ikat Moncong Buaya di Sungai Seranggas
Evakuasi tersebut menjadi tontonan masyarakat dari kejauhan. Apalagi, kemunculan buaya menggemparkan warga di sana0 Terutama, setelah ada warga yang menjadi korban.
Tag
Evakuasi tersebut menjadi tontonan masyarakat dari kejauhan. Apalagi, kemunculan buaya menggemparkan warga di sana0 Terutama, setelah ada warga yang menjadi korban.
Dari pantauan, kondisi buaya sendiri saat ini masih terlihat baik. Namun di bagian mulutnya terlihat ada luka robek akibat kena pancing dalam perangkap tersebut. Terlihat juga, buaya sesekali berupaya melepaskan diri dari perangkap.
Warga sering melihat buaya yang ukurannya lebih besar dari yang masuk perangkap tersebut. Bahkan diperkirakan panjangnya lebih dari empat meter. Kemunculannya pun sangat sering, dan bahkan sudah banyak ternak warga yang dimangsa.
Diduga buaya tersebut bukan yang menyerang warga bernama Julhaidir, hingga tangannya putus. Sebab, ukurannya disebutkan lebih kecil.
Camat Pulau Hanaut akan kembali menganggarkan pengadaan jaring pembatas di rumah warga agar masyarakat yang tinggal di tepian sungai tidak menjadi korban keganasan buaya.
Jaring tersebut dipasang di teras rumah agar buaya tidak masuk ke dalam teras. Namun ternyata jaring itu malah dirusak oleh hewan buas tersebut pada Sabtu (2/2/2019) lalu, bahkan potongannya malah dimakan.
Kemunculan buaya tersebut hanya pertama kali terjadi di sekitar Desa Bapeang. Hal itupun mengagetkan masyarakat sekitar
"Kalau dalam sehari atau dua hari ini belum membuahkan hasil, kami akan mengganti umpan dengan ayam dan monyet," kata Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah, Selasa (5/2/2019).
Bahkan umpan bebek yang dipasang juga masih utuh hingga mati di dalam perangkap maupun pancing yang dipasang.
BKSDA meminta masyarakat agar mengurangi aktivitas di sungai. Terutama saat sore, malam, dan pagi hari. Atau waktu di saat buaya mencari makan.
"Perangkap kami pasang dekat lokasi kejadian, dengan harapan bisa menangkap hewan tersebut," kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit Muriansyah, Minggu (3/2/2019).
Beragam spekulasi muncul terkait fenomena di Sungai Mitak, Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan yang sempat gegerkan warga.
Seekor buaya sapit/senyulong dengan berat sekitar 30 kg nyangkut di jaring warga.
Petugas dari Emergency Response Palangka Raya (ERP) juga langsung turun ke lokasi. Apalagi kabarnya sudah tertangkap dengan jaring tapi ternyata lolos lagi.
Belum diketahui persis dari mana buaya itu bisa muncul. Padahal, di situ hanya terdapat sungai selokan yang jauh dari sungai besar seperti Sungai Kahayan.
Petugas gabungan dari kepolisian, Emergency Response Palangka Raya, dan masyarakat menggunakan jaring untuk menangkap buaya yang muncul di sungai pengaringan atau selokan air di Jalan Junjung Buih III.
Buaya berukuran kecil yang muncul di pengaringan atau selokan air, Jalan Junjung Buih III, Kota Palangka Raya, sempat dikira biawak.
Warga Junjung Buih III, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, dikejutkan dengan kemunculan buaya di pengaringan atau selokan air
Buaya yang ditangkap warga di Desa Handil Sohor tersebut, hingga saat ini tidak jelas keberadaannya. Sejumlah warga ada yang mengatakan buaya itu dilepas kembali.
Warga Desa Handil Sohor, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kotim, masih resah. Walau sudah berhasil menangkap seekor buaya, sejumlah warga mengaku masih melihat buaya lain yang lebih besar.