Warga Ganepo Diterkam Buaya di Sungai Mentaya
Jumi disambar buaya saat sedang mencuci pakaian di lanting tepian Sungai Mentaya.
Tag
Jumi disambar buaya saat sedang mencuci pakaian di lanting tepian Sungai Mentaya.
Saat melakukan penyisiran lokasi sekaligus berusaha menjerat buaya, tim malah tidak mendapati sang predator ganas tersebut. Tim akhirnya beralih menggunakan metode pancing dengan umpan itik dan monyet hingga berbuah hasil.
Dalam prosesnya, umpan pancingan mereka sempat terdampar di pantai akibat hempasan ombak. Umpan juga sempat habis, tapi diduga dimakan biawak.
Usaha keras Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah untuk menangkap buaya pemangsa manusia di Sungai Sebangau, Kabupaten Pulang Pisau akhirnya membuahkan hasil.
Mengenai pawang buaya yang sebelumnya direncanakan akan didatangkan, sepertinya tidak terlaksana.
Pemasangan papan peringatan di daerah muara Sungai Sebangau dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya.
BKSDA rencananya Senin depan akan ke Sungai Sebangau mengajak pawang untuk menangkap buaya pemangsa manusia tersebut.
Namun sampai saat ini buaya di Sungai Katingan belum pernah yang menerkam manusia, tapi keberadaannya perlu diwaspadai
Salah satunya dipengaruhi aktivitas penambangan emas.
Selama ini warga tidak pernah mendengar warga Katingan tewas diterkam buaya, namun setelah ada yang diterkam dan meninggal, sehingga warga Kasongan menjadi was-was
Habibat buaya terganggu seginggi sulit untuk mencari makanan dan manusia menjadi sasarannya
Demi menghindarkan warga jadi korban buaya, BKSDA Kalteng berencana memasang papan peringatan di setiap muara yang dianggap rawan.
Bahkan sudah sering warga tewas disambar buaya di sungai Sebangau. Pemandangan buaya berjemur di pinggir sungai pernah terlihat oleh para penghobi mancing.
Sungai Sebangau yang masuk wilayah Kabupaten Pulang Pisau sekitar muara laut berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Tidak jarang pihaknya mendapat informasi kalau ada warga di wilayah itu yang diserang buaya.
Saat melakukan penyisiran di anak Sungai Sebangau, kedua saksi dan masyarakat menemukan seekor buaya muara sedang berjemur di tepi sungai dengan posisi mulut buaya sedang memakan korban, Aman.
Video buaya putih berukuran raksasa kini beredar di youtube. Terlihat buaya tersebut berada di Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Berbeda dengan buaya sapit pada umumnya yang berwarna abu-abu kehitaman, buaya yang dievakuasi petugas BKSDA Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat pada Selasa (9/1/2018), berwarna putih.
Banyak masyarakat yang penasaran dengan keberadaan buaya putih berukuran raksasa di Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).Apalagi, lokasi kantor BKSDA di Jalan HM Rafii cukup stategis. Banyak warga yang melintas kemudian singggah ke kantor BKSDA untuk melihat buaya raksasa itu.
Ketika itu, ada beberapa pemancing yang mengail ikan di Sungai Mengkahing, anak Sungai Arut di Desa Batu Agung Kecamatan Seruyan Tengah Kabupaten Seruyan, Selasa (9/1/2018). Sekitar pukul 09.00 WIB, ketika asyik memancing, ada seorang anak yang ikut dalam rombongan pemancing dikejar buaya berukuran besar di daratan pinggir sungai.
Walaupun dalam kondisi terikat dan matanya ditutup, buaya putih berukuran besar dengan panjang 5 meter yang dievakuasi petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pada Selasa (9/1/2018), tetap memiliki kekuatan yang luar biasa dan mengerikan.