Narapidana Lapas Sampit Bunuh Diri di Dalam Sel dengan Tali Sepatu
Akhmad Syahrul Mualim narapidana yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas IIB Sampit nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri menggunakan tali sepatu.
Tag
Akhmad Syahrul Mualim narapidana yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas IIB Sampit nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri menggunakan tali sepatu.
Warga yang bermukim di Jalan Maid Badir Gang Angsa 1, Kelurahan Madurejo, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), gempar pada Rabu, 18 September 2019 pagi. Penyebabnya, seorang laki-laki yang baru saja menghuni sebuah kamar barakan yang berlokasi di tempat itu ditemukan tewas.
Jenazah pasangan suami istri berinisial AR dan YN, korban kebakaran di dalam rumahnya yang diduga bunuh diri akan diotopsi. Hal itu dilakukan sebagai langkah penyelidikan kepolisian.
Pasangan Suami istri yang tewas di dalam rumahnya yang terbakar dengan kondisi terpanggang di Desa Gunung Makmur, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diduga bunuh diri/
Warga Kecamatan Sukamara, Kabupaten Sukamara, dihebohkan penemuan mayat laki-laki berusia 40, dalam posisi tergantung di rumahnya. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh istri korban.
Tewasnya ZA, warga Jalan Rindang Banua Ujung diduga karena masalah yang ada dalam rumah tangganya hingga dirinya ditinggal oleh istrinya.
Proses evakuasi korban sempat mengalami kesulitan karena lokasi tempat kejadian perkara yang cukup jauh
Korban ini ditolak oleh wanita yang disukai dengan alasan kalau orang tuanya wanita itu tidak merestui hubungan mereka dengan alasan masih sebagai pelajar SMP dan agar fokus belajar dulu
BORNEONEWS, Sampit - Seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di sebuah pondok di sekitar perkebunan kelapa sawit, Blok C 02, Divisi 2 MAGE, Desa Bakti Karya, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten…
Karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit berusia 7, ditemukan sudah tidak bernyawa dengan posisi tubuh tergantung seutas tali di pintu kamar.
Warga Kecamatan Katingan Tengah heboh dengan peristiwa bunuh diri seorang warga pada Rabu, 24 Juli 2019 sekitar pukul 01.00 Wib dinihari tadi.
BORNEONEWS, Sampit - Kasus bunuh diri kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini seorang pria berusia 31, ditemukan tewas bunuh diri di dalam pondok kebun yang dijaganya,…
Seorang pria berusia 38, warga Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ditemukan tewas di pohon pilang yang berada di belakang rumahnya.
Pria 46 tahun berinisial SS yang ditemukan tewas bunuh diri di kebun karet, ternyata sudah beberapa kali melakukan hal yang sama. Namun saat itu berhasil diselamatkan ayahnya.
Seorang pria berusia 46 tahun ditemukan tewas bunuh diri di pohon karet, Selasa, 16 Juli 2019 sekitar pukul 04.00 WIB. Diduga kuat, korban nekat mengakhiri hidupnya karena frustasi lantaran istri meninggal dunia satu tahun yang lalu.
Korban sudah tidak ada di rumah sejak Senin, 15 Juli 2019 sekitar pukul 17.00 WIB
Korban ditemukan tewas dengan keadaan gantung diri di dalam kamar rumahnya pada Senin, 8 Juli 2019 sekitar pukul 23.10 WIB. Korban pertama kali ditemukan oleh orangtuanya.
Kepolisian menyelidiki kasus pawang hujan bunuh diri, Selasa, 9 Juli 2019.
Korban meninggal akibat lemas atau kehabisan oksigen setelah gantung diri
Perempuan yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini meninggal akibat lemas