Bupati Kotim: Jangan Takut Covid-19, Namun Harus Waspada dengan Jalankan Protokol Kesehatan
Saat ini perkembangan Covid-19 di Kotim memang mengalami peningkatan, namun dia mengajak masyarakat agar selalu berdoa, semoga wabah ini segera berakhir
Tag
Saat ini perkembangan Covid-19 di Kotim memang mengalami peningkatan, namun dia mengajak masyarakat agar selalu berdoa, semoga wabah ini segera berakhir
Karena?keberhasilan suatu desa bukan karena kadesanya semata, namun keberhasilan bersama atas persetujuan bersama dalam pembangunan di desa tersebut
Jika kasus virus Corona atau Covid-19 masih landai dan tidak ada peningkatan yang cukup signifikan, maka pembukaan rumah ibadah akan terus dijalankan
Saat ini Pemkab?Kotim telah berupaya untuk meningkatkan disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan Covid-19 sebagai langkah agar perekonomian dan juga aktivitas masyarakat bisa berjalan normal, dengan protokol Covid-19
Saat ini beredar kabar 8 orang Samuda positif Covid-19 dan?isu itu tidak benar. Karena 8 orang itu baru reaktif. Mereka masih menunggu hasil swab
DPRD Kotawaringin Timur sudah menyampaikan hasil kegiatan kunjungan lapangan untuk membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban atau LKPj?Bupati Kotim Tahun Anggaran 2019.?
Bupati Kotim?Supian Hadi menilai, tanpa disadari masyarakat di daerah ini sudah menerapkan new normal atau pola hidup baru di tengah pandemi Covid-19.?
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi?menyebutkan, pasar merupakan wilayah yang sangat rawan atau berisiko menjadi tempat penularan Covid-19. Oleh karena itu pihaknya melakukan rapid test di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit.?
Bupati Kotim Supian Hadi menegaskan bahwa pada malam lebaran 1441 Hijriah tidak ada takbir keliling yang dilaksanakan oleh masyarakat. Ini guna mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19.?
BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotim Supian Hadi sangat berharap agar salat Idul Fitri atau salat id nanti bisa digelar. Dengan syarat daerah ini sudah zona hijau dari virus Corona atau Covid-19.…
Bupati Kotim?Supian Hadi?meminta masyarakat?agar berdoa kepada Tuhan yang maha kuasa memohon daerah ini bisa kembali zona hijau Covid-19/?
Bupati Kotawarigin Timur (Kotim) Supian Hadi?memastikan bahwa tidak ada open house di lingkup pemerintahan pada lebaran tahun 2020 ini. Hal itu dikarenakan saat ini sedang dilanda pandemi virus Corona atau Covid-19.?
Bupati Kotim?Supian Hadi?meminta masyarakat di daerah ini agar tidak mengucilkan atau menjauhi pasien positif Covid-19 yang sudah sembuh.?
Saat ini Kotim sudah menaikan status bencana tanggap darurat banjir karena beberapa desa di 9 kecamatan sedang dilanda banjir
Bupati Kotawarigin Timur (Kotim) Supian Hadi, memantau kondisi banjir yang terjadi di Desa Sudan, Kecamatan Cempaga Hulu, Rabu, 06 Mei 2020.
Bupati Kotawarigin Timur (Kotim) Supian Hadi, menyarankan kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, agar menunda pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, paling tidak 2 tahun kedepan.
Bupati Kotawaringim Timur, H Supian Hadi menegaskan dana alokasi umum (DAU) untuk Kotim terganjal dan hanya dapat 35 persen, akibat ogahnya DPRD Kotim memotong anggaran mereka sebesar 50 persen sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan (PMK).
Bupati Kotawarigin Timur (Kotim) Supian Hadi?menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengajukan Pembatasan Sosialisasi Bersekala Besar (PSBB), jika jumlah positif virus Corona atau Covid-19 mencapai 20 orang.
Apa yang dilakukan mahasiswa ini?diharapkan bisa menjadi contoh bagi anak muda dan mahasiswa lainnya dan apa yang dilakukan juga menjadi ladang amal bagi mereka
Bupati Kotim?Supian Hadj?tetap melarang masyarakat terutama umat muslim untuk tidak melaksanakan salat tarawih berjemaah dan tadarus atau membaca Al Qur'an di masjid.