DPD RI Dukung Festival Babukung di Lamandau
"Festival Babukung bukan hanya sekadar tontonan, tetapi adalah cerminan kekayaan spiritual dan kearifan lokal Suku Dayak Tomun,"
Tag
"Festival Babukung bukan hanya sekadar tontonan, tetapi adalah cerminan kekayaan spiritual dan kearifan lokal Suku Dayak Tomun,"
Dinas Pariwisata Kabupaten Lamandau menggelar ritual adat padah pamit di alun-alun Nanga Bulik, Kamis, 6 November 2025.?
Anggota DPRD Kaltenh?Sugiyarto mengatakan Festival Babukung di Kabupaten Lamandau menjadi sorotan nasional karena merupakan tradisi unik yang menampilkan berbagai tarian topeng suku Dayak Tomun/?
Festival Budaya Babukung kembali digelar, event tahunan berskala nasional yang bertujuan untuk meningkatkan daya tarik para wisatawan dan pelaku usaha UMKM di Kabupaten Lamandau ini juga merupakan komitmen pemerintah daerah?menjaga kekayaan budaya.
Mantaren Project (MP) merupakan salah satu komunitas musik yang digagas oleh salah seorang pemuda asli dari Kabupaten Pulang Pisau pada 2020.
Event pariwisata Festival Budaya Babukung Kabupaten Lamandau berhasil pecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Pada gelaran ke-9 tahun 2024 ini, Festival Babukung meraih penghargaan dari MURI untuk 1000 Tatakup atau alat musik bambu yang digunakan penari (Bukung) saat menari.?
Dinas Pariwisata Kabupaten Lamandau menyebut pelaksanaan Festival Budaya Babukung tahun 2024 untuk mengangkat dan melestarikan tradisi adat dan budaya Dayak Tomun ketika sedang mengalami duka cita.
BORNEONEWS, Nanga Bulik - Seluruh rangkaian kegiatan penyelenggaraan Festival Budaya Babukung tahun 2023 telah berakhir. Pada acara penutupan, Bupati Lamandau Hendra Lesmana menyebut kegiatan…
Festival Babukung tahun 2023 kembali digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau. Kegiatan yang telah masuk ke dalam 1 dari 100 Kalender Event Nusantara (KEN) milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif?RI itu dimulakan dengan pelaksanaan Karnaval Babukung.
Sempat vakum selama dua tahun semasa pandemi covid-19, Festival Budaya Babukung siap digelar kembali. Kegiatan yang juga masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2022 itu digelar mulai tanggal 28 hingga 30 November mendatang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau memastikan jika Festival Babukung akan kembali digelar tahun 2021 ini. Namun, penyelenggaraan akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena menyesuaikan situasi pandemi covid-19.
Ribuan orang tumpah ruah memadati arena pembukaan Festival Babukung Kabupaten Lamandau tahun 2019 di pertigaan Jalan Batu Batanggui - Jalan Jagau Mamud, Nanga Bulik, Jumat, 11 Oktober 2019.
Wabup Lamandau juga memastikan di tahun 2019 ini Festival Babukung akan kembali digelar. Terlebih kegiatan ini sudah masuk pada kalender even pariwisata nasional yang ditetapkan Kemenpar RI pada Desember 2018 lalu.
Bupati Lamandau H Hendra Lesmana mengaku tetap optimistis bahwa Pemkab Lamandau akan dapat menggelar Festival Babukung 2019, meskipun anggaran untuk itu tidak terdapat dalam APBD 2019.
Bupati Lamandau mengatakan, tidak masuknya anggaran Festival Babukung dalam APBD 2019, merupakan kesepakatan antara eksekutif dan legislatif.
Masuknya suatu kegiatan dalam kalender kegiatan pariwisata nasional bukan hal mudah. Ada banyak tahapan dan proses yang dilalui, termasuk di antaranya penilaian secara langsung tim Kementerian Pariwisata RI.
Dengan masuk pada kalender pariwisata RI maka festival Babukung Kabupaten Lamandau tercatat sebagai satu dari 100 even nasional yang diakui pemerintah pusat.
Pelaksanaan Festival Babukung tahun 2018 ini lebih istimewa, karena melibatkan tim ahli dari Institut Kesenian Jakarta.
BORNEONEWS, Nanga Bulik - Festival Babukung yang sudah menjadi tradisi seni budaya kebanggaan masyarakat Kabupaten Lamandau yang dalam tiga tahun terakhir terus digelar berturut-turut, namun tahun…
BORNEONEWS, Nanga Bulik - Anggaran pelaksanaan Festival Babukung tahun ini diupayakan masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2017. Sejauh ini dana untuk kegiatan tersebut…