Cegah Ispa, Mari Jaga Kualitas Udara
Berdasarkan Informasi dari aplikasi Air Quality Indeks (AQI US) per hari Sabtu, 26 Agustus 2023, kualitas udara di Kota Palangka Raya ada pada angka 73 atau dikatakan sedang.
Tag
Berdasarkan Informasi dari aplikasi Air Quality Indeks (AQI US) per hari Sabtu, 26 Agustus 2023, kualitas udara di Kota Palangka Raya ada pada angka 73 atau dikatakan sedang.
Mulai terjadinya ganguan kesehatan terutama saluran pernapasan pada masyarakat, akibat dari bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalteng membuat Pemprov setempat mengambil tindakan seperti mensiagakan satgas Karhutla dan penyediaan fasilitas kesehatan (faskes).
Kasus bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) khususnya di Kalteng kian marak terjadi. Kualitas udara akibat adanya karhutla ini pun terpantau kurang sehat, sebab kabut asap sudah mulai melanda sejumlah wilayah.
Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya Norhaini, meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya?untuk waspada dengan dampak terjadinya Karhutla.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Barito Selatan, dari 10 penyakit terbanyak pada tahun 2022, Inspeksi Saluran Pernapasan Akut!?atau ISPA peringkat satu dengan jumlah penderita 9.288 penderita.
Masa pancaroba atau peralihan antara musim kemarau dan hujan seringnya mendatangkan berbagai penyakit. Namun, penyakit penyerta ini juga bisa mengintai saat musim hujan.
Saat ini Kotawaringin Timur masih berjibaku dengan kasus pandemi Corona. Selain itu, dimusim hujan yang masih berlangsung hingga saat ini, selain ISPA?penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) juga mengancam masyarakat, terutama di wilayah perkotaan.?
Di tengah kondisi cuaca yang sering hujan saat ini?sehingga menyebabkan banyak warga punya penyakit yang gejalanya mirip virus Corona atau Covid-19. Namun kebanyakan penderita mengalami? penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Aatas (ISPA).?
Cuaca tidak menentu berpotensi meningkatkan gejala infeksi salauran pernafaran atas atau ISPA. Bahkan, biasanya disertai dengan diare juga. Karena itu Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Susi Idawati meminta masyarakat untuk lebih mengutamakan kebersihan lingkungan.
Di musim yang tidak menentu seperti ini, saat suhu mencapai 30 derajat cercius ke atas kemudian tiba-tiba hujan lebat, mengakibatkan potensi infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA kian meningkat.
Angka penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA yang terjadi di tiap wilayah kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah (Kalteng) mempunyai jumlah yang bervariasi dengan total mencapai 26.863 penderita.
Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA terparah terjadi pada 7 kabupaten / kota di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng). Jumlah penderita dari tiap kabupaten mencapai angka ribuan orang.
Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Atas atau ISPA cukup tinggi dalam dua bulan terakhir terbilang tinggi, dan jumlah tertinggi dipegang oleh Kota Palangka Raya.
Jumlah penderita ISPA tersebut dihimpun selama dua bulan. Yakni Agustus hingga akhir September 2019
Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara per September 2019 telah menangani sebanyak 427 kasus Infeksi Saluran Pernafasan Atas atau Ispa akibat kabut asap.
Ratusan atau tepatnya 132 orang warga Kabupaten Barito Utara terdampak ISPA akibat kabut asap yang melanda dalam beberapa pekan terakhir ini di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.
Dinas Kesehatan Kalteng atau Kalimantan Tengah mencatat sudah ada 3.394 orang yang menderita infeksi saluran pernafasan atas atau ISPA karena terpapar asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Angka ini terhitung sampai dengan minggu ke-37, Jumat, 20 September 2019.
Ketua Sementara DPRD Kotawaringin Timur, Rimbun bersama dengan anggota DPRD lainnya melakukan kunjungan atau inspeksi mendadak ke RUmah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit. Mereka mengapresiasi persiapan yang dilakukan rumah sakit itu.
Jumlah penderita infeksi saluran pernapasan dan atas atau ISPA yang menjalani perawatan di RSUD dr Murjani, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, mengalami peningkatan.
Anggota DPRD Kapuas, Rosihan Anwar mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA dampak dari kabut asap, akibat kebakaran hutan dan lahan.