Dampak Kabut Asap, Hingga Saat Ini Kasus ISPA di Kobar Capai 15.076
Peningkatan kasus yang terjadi sejak akhir Juli hingga September menjadi perhatian di tengah meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Tag
Peningkatan kasus yang terjadi sejak akhir Juli hingga September menjadi perhatian di tengah meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Angka tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya dampak karhutla terhadap masyarakat. Pada saat yang sama, kualitas udara di sejumlah wilayah masih berada pada level mengkhawatirkan dengan rata-rata Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tujuh hari terakhir mencapai 402,6 atau kategori Berbahaya.
Berdasarkan Laporan Harian SIRINE Karhutla Kalteng per 19 September 2026, laporan BMKG pukul 15.00 WIB mencatat jarak pandang hanya 0,1 kilometer di Buntok dan Muara Teweh.
Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Seruyan melalui Dinas Kesehatan bergerak cepat dengan mendistribusikan masker dan obat-obatan ke seluruh Puskesmas yang ada di wilayah setempat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr. Ellyana, mengatakan data tersebut merupakan hasil laporan harian dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas, RSUD Pulang Pisau, serta posko karhutla.
"Terkait diare kalau kita lihat yang terdampak adalah mereka yang mandi di sungai. Karena sungai tercemar akibat ikan-ikan mati karena diracun dan disetrum. Dan ISPA kemarin sempat penuh dirawat inap karena asap karhutla,"
Guru besar di Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu mengatakan bahwa kualitas udara yang buruk meningkatkan peluang masuknya virus dan bakteri ke saluran pernafasan.
Jumlah tersebut meningkat 201 kasus dibandingkan pekan sebelumnya dengan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni mencapai 272 kasus.
Peningkatan kasus ISPA yang diduga dipicu perubahan cuaca serta memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus menjadi perhatian bersama, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.
Meningkatnya kerawanan penyakit ISPA selama musim kemarau dipengaruhi udara yang kering, berdebu dan berpolusi memicu iritasi serta melemahkan membran mukosa saluran pernapasan.
Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menurun.
Akibat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, menyebabkan meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan atau ISPA di Kabupaten Sukamara.
Sejak Januari hingga September 2023 Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mencatat lonjakan orang terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Atas?(ISPA), totalnya mencapai 14.960 orang.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul memberikan penjelasan terkait Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang sedang ramai diperbincangan media cetak, elekronik, maupun media sosial.
Dalam upaya pencegahan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas?(ISPA), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palangka Raya membagikan masker kepada masyarakat setempat.?
Berdasarkan data dari BLUD UPT Puskesmas Pahandut, pada bulan September ini, ada sebanyak 440 warga sekitar yang terkena Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).
Dinas Kesehatan Palangka Raya saat ini berupaya mengkampanyekan upaya pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) guna melindungi kesehatan masyarakat.
Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA kerap disangkutkan apabila terjadinya asap dari Karhutla. Hal ini berdasarkan penelitian Dinas Kesehatan berkolaborasi dengan masyarakat, akademisi, dan beberapa unsur lainnya.
ISPA, kata dia, rentan terhadap anak-anak usia 1-5 tahun dan kaum lanjut usia (lansia) diatas usia 60 tahun.
Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) menyerang tidak hanya pada manusia saja. Ternyata, penyakit ini juga dapat menyerang hewan peliharaan seperti kucing. Terlebih lagi dengan suhu musim kemarau akhir-akhir ini memang tidak stabil. Bahkan, terjadinya asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), yang dapat membuat saluran pernafasan kucing dapat terganggu.