Kabut Asap Dampak Karhutla Mulai Lumpuhkan Transportasi Sungai Arut
Munculnya kabut asap pada pagi hari belakangan ini mulai mengganggu transportasi Sungai Arut Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Tag
Munculnya kabut asap pada pagi hari belakangan ini mulai mengganggu transportasi Sungai Arut Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Kabut asap yang masih menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah tidak akan memengaruhi semangat tim Persebaya Surabaya dalam melakoni laga melawan tuan rumah, Kalteng Putra pada Jumat besok, 13 September 2019.
Akibat kabut asap yang beberapa waktu ini muncul pagi hari di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan sekitarnya, penerbangan pesawat yang mendarat dan berangkat di Bandara Iskandar masih tetap terganggu.
Pesawat udara Garuda dan Trans Nusa gagal mendarat di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dampak kabut asap tebal, Kamis pagi, 12 September 2019.
Akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa titik wilayah Pangkalan Bun, membuat kabut asap kian pekat sehingga membuat jarak pandang terbatas, Kamis pagi, 12 September 2019.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan membahas nasib anak sekolah di semua tingkatan seiring makin pekatnya kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Penundaan jam masuk dilaksanakan dalam kurun waktu setengah jam. Waktu masuk yang biasanya pukul 07.00 WIB menjadi 07.30 WIB
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin meminta jam masuk sekolah diundur. Hal itu seiring kondisi kabut asap yang terjadi.
Kabut asap yang terjadi membuat jarak pandang menjadi terbatas, kejadian itu semakin parah terjadi pada pagi hari. Prakirawan BMKG Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Muhammad Arif Rahman mengatakan jika jarak pandang rendah terparah terjadi di Kota Palangka Raya.
Suhu udara secara dijurnal harian akan mencapai suhu terendah pada dini hari menjelang pagi hari
Penerbangan reguler maskapai Susi Air tetap normal 2 kali seminggu yakni setiap Senin dan Sabtu. Pesawat berangkat dari Muara Teweh tujuan Palangka Raya pukul 11.00 WIB
Akibat kabut asap yang terjadi di Palangka Raya, rombongan jemaah haji asal Kabupaten Kotawaringin Barat atau Kobar yang dijadwalkan tiba di Bandara Iskandar, Rabu pagi tadi, 11 September 2019, delay hingga beberapa jam.
Sebanyak 169 jemaah haji Kobar atau Kotawaringin Barat dijadwalkan tiba di Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun pagi ini sekitar pukul 08.00 WIB, namun karena kabut asap, kedatangan jemaah tertunda.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukamara, Chairuddin mengatakan pihaknya belum mengeluarkan kebijakan mengenai jam sekolah, terkait kabut asap yang melanda saat ini.
Pembagian ratusan masker ini dilakukan disejumlah titik di wilayah Kota Palangka Raya, Selasa 10 September 2019
Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Murung Raya diminta proaktif tangani kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kabut asap tidak hanya terjadi di Sampit, namun juga di Samuda, ibu kota Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang merupakan kawasan Hilir Kotim. Hal itupun membuat tim relawan kabut asap Samuda langsung membagikan masker ke pasar dan jalan umum di sana.
Musim kemarau berkepanjangan yang menyebabkan kabut asap membuat Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan mengeluarkan surat edaran kepada sekolah tingkat TK, SD dan SMP sederajat untuk mengurangi jam belajar siswa.
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat atau Kobar masih dapat ditoleransi.
Dalam rangka antisipasi dampak kabut asap, Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar) akan segera membagikan masker gratis ke sekolah-sekolah.