Kesadaran Masyarakat Gunakan Masker di Tengah Kabut Asap Masih Rendah
Kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker masih rendah, meskipun dalam beberapa hari ini Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami kabut asap yang cukup pekat.
Tag
Kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker masih rendah, meskipun dalam beberapa hari ini Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami kabut asap yang cukup pekat.
Dampak kebakaran di beberapa titik di Kecaamatan Kumai, menyebabkan kabut asap sehingga KSOP Kumai mengeluarkan surat edaran pemberitahuan agar pelaut berhati - hati saat memasuki Teluk Kumai.
angan sampai dinas pendidikan tidak punya sikap dan menyerahkan sepenuhnya kegiatan belajar mengajar kepada pihak sekolah saat kondisi kabut asap seperti ini
Munculnya kabut asap dibeberapa titik wilayah Kobar ini akibat dari kebakaran lahan yang terjadi Jumat, 6 September 2019 di Kelurahan Sidorejo, wilayah Pangkalan Lima, dan Kelurahan Raja Seberang
Dampak dari kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, membuat kabut asap yang menyelimuti Kota Pangkalan Bun semakin pekat, terutama pada pagi hari.
Anggota DPRD Kotim Muhammad Rudini Darwan Ali menilai kabut asap yang terjadi saat ini merupakan kabut asap dengan tingkat kepekatan yang luar biasa. Karena itu ia meminta agar sekolah diliburkan untuk sementara waktu.
Pesawat dari Jakarta yang ditumpangi Dandim 1014 Pangkalan Bun yang baru, Letkol Inf Yudi Rianto Ratu, delay akibat kabut asap. Kondisi ini menyebabkan penyambutannya menjadi molor hingga beberapa jam.
Jumlah penderita lnfeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA di Kabupaten Pulang Pisau melonjak hingga 30%. Hal itu dampak dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Angka Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU Palangka Raya saat ini berada di kisaran angka 122. Angka ini menunjukan kondisi tidak sehat
Meski kondisi cuaca sekitar bandara cukup pekat, namun tidak ada jadwal penerbangan yang delay atau mengalami penundaan, termasuk pembatalan penerbangan
Bupati Pulang Pisau, Edy Pratowo meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah saat kabut asap. Hal itu terkait dengan kondisi Pulang Pisau yang saat ini diselimuti kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan.
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluarkan imbauan kepada seluruh sekolah, agar bisa mengambil sikap masing-masing, terkait kondisi kabut asap. Baik itu penundaan jadwal pembelajaran atau tidak.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukamara, M Fahmi Rizali mengingatkan masyarakat harus peduli kesehatan, teruntama dalam kondisi kabut asap dan udara yang kurang sehat saat ini.
Dampak kabut asap pekat yang terjadi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada hari ini Jumat, 6 September 2019 membuat penerbangan di Bandara H Asan Sampit tertunda.
Kualitas udara di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini telah memasuki kategori sangat tidak sehat lantaran diselimuti kabut asap tebal yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.
Kabut asap di Kabupaten Kotawaringin Timur semakin pekat, bahkan dikhawatirkan mengganggu kesehatan masyarakat terutama kalangan pelajar. Anggota DPRD Kotim, M Abadi meminta agar Dinas Pendidikan atau Disdik Kotim segera mengevaluasi jam masuk sekolah.
Kemacetan terjadi di Jalan HM Arsyad Km 4, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) karena kabut asap yang menutupi pandangan pengendara motor dan mobil. Sehingga mereka tidak menyadari bahwa di kawasan itu ada perbaikan jalan sehingga hanya satu jalur yang sudah selesa
Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara H Asan Sampit, menyebutkan, jarak pandang akibat kabut asap bercampur embun di Kota Sampit pada hari ini berkisar 50 meter hingga 150 meter.
Kabut asap pekat kian parah terjadi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat pagi ini, 9 September 2019. Bahkan di sejumlah ruas jalan, kabut sangat pekat hingga membuat jarak pandang hanya berkisar antara 5 meter hingga 10 meter.
Kabut asap pekat kembali menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada Jumat pagi, 6 September 2019. Asap dampak pembakaran lahan bercampur embun sehingga tampak semakin tebal.