Kabut Asap Sebabkan Jarak Pandang di Sampit hanya 100 Meter
Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur yang terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir, menyebabkan kabut asap yang menyelimuti Kota Sampit semakin tebal.
Tag
Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur yang terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir, menyebabkan kabut asap yang menyelimuti Kota Sampit semakin tebal.
Meski kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kota Palangka Raya semakin tebal, sejauh ini belim memengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut.
Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya berencana menyiapkan rumah singgah beroksigenasi untuk masyarakat.
Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk memperkuat daya tahan tubuh sebagai upaya pencegahan dampak buruk asap terhadap kesehatan.
Kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Pulang Pisau mulai berdampak pada meningkatnya jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut.
Memasuki musim kemarau ini, sosialisasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla terus digalakkan mencegah terjadinya kabut asap.
Wakil Direktur RSUD Doris Sylvanus, Theodorus Sapta Atmadja menjelaskan parahnya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) biasanya ditunjang oleh Komorbiditas.
Hal itu perlu dilakukan untuk menekan kemungkinan serangan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) karena polusi udara kebakaran hutan dan lahan.
Hingga saat ini, kebakaran lahan masih terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dampaknya, muncul kabut asap dalam beberapa hari terakhir ini.
Kapolres Sukamara AKBP Sulistiyono mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menciptakan Bumi Gawi Barinjam bebas dari kabut asap.
Kabut asap cukup pekat kembali terjadi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Bahkan, jarak pandang terendah pada pukul 07.00 WIB masih 800 meter.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, drg Andjar Hari Purnomo berpesan agar para orang tua memberikan asupan bernutrisi bagi anak-anaknya untuk menangkal bahaya kabut asap yang mulai terjadi saat ini.
Kabut asap yang mulai terjadi sejak beberapa hari lalu, kini mulai pekat. Bahkan bau asap tersebut cukup menyengat. Sehingga sangat mengganggu masyarakat yang beraktivitas di pagi hari.
Politisi Partai Golkar Palangka Raya, Subandi khawatirkan anak usia sekolah yang harus berangkat sekolah pagi-pagi di saat Kota Cantik tengah dilanda kabut asap seperti saat ini.
Dalam kondisi kabut asap beberapa hari terakhir ini, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Subandi mengimbau agar masyarakat menggunakan masker.
Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur saat ini sudah mulai diselimuti kabut asap.
BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mengajak masyarakat untuk meminimalisasi dampak kabut asap dengan mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. “Penting untuk…
Mulai munculnya kabut asap pekat di Kota Palangka Raya belum sampai memicu kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Dalam beberapa hari terakhir ini, kabut asap tipis mulai menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Salah satu warga Palangka Raya bernama Umi berterimakasih kepada Polres Palangka Raya yang membagikan masker secara gratis.