Sukamara Rawan Kebakaran Karena Kesadaran Masyarakat Jaga Lingkungan Kurang
Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan membuat Kabupaten Sukamara rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)/
Tag
Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan membuat Kabupaten Sukamara rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)/
Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Bumi Gawi Barinjam 99 % karena faktor manusia.
Sekda Seruyan Haryono meminta agar masyarakat tidak membakar hutan dan lahan untuk kegiatan pertanian.
Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Murung Raya (Mura) sangat serius dalam penanganan peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2019.
Wakil Bupati Murung Raya (Mura) Rejikinoor memimpin langsung apel siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2019 di halaman Kantor Bupati Mura, Kamis, 8 Agustus 2019.
Rapat koordinasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla diimbau agar rutin digelar sehingga informasi terbaru tentang bencana kebaran bisa terus diketahui.
Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi mengatakan, upaya menyikapi bencana kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di kabupaten ini dengan 8 aksi strategis.
Pemkab Sukamara menggelar rapat koordinasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Bumi Gawi Barinjam pada Kamis, 8 Agustus 2019.
Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Sukamara Iwan Miraza mengatakan, jumlah kasus kebakaran yang ditangani hingga 5 Agustus 2019 mencapai 40 perkara.
Parahnya kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Bakau, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan membuat Tim Karhutla pemkab setempat meminta bantuan helikopter water bombing yang stand by di Bandara H Asan Sampit.
Sekretaris Daerah Seruyan Haryono menyebutkan bahwa saat ini tim atau satuan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla Seruyan terfokus menangani kebakaran lahan di kawasan desa Sungai Bakau, Kecamatan Seruyan Hilir Timur.
Kabut asap telab mulai menyelimuti sebagian wilayah Kabupaten Seruyan, terutama di daerah Kecamatan Seruyan Hilir Timur. Disana lahan yang terbalar cukup luas, terutama di wilayah gambutnya.
Jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Katingan terus memantau kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Demikian disampaikan Asisten III Setda Barito Selatan, Dekma seusai membuka Bimtek Pengolahan Lahan Tanpa Bakar atau PLTB, Rabu, 7 Agustus 2019
Dinkes Kalteng sudah membagikan 44.000 masker bedah/biasa. Juga 5.500 masker jenis N95 yang dibagikan kepada masyarakat
Anggota Satuan Sabhara Polres Sukamara mengimbau masyarakat untuk ikut serta dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Ternyata lahan yang dibakar oleh NN (44) di Jalan M Hatta, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), bukanlah miliknya. Namun dirinya diupah Rp 400 ribu oleh SHN untuk menebas lahan tersebut.
Kebakaran hutan dan lahan mulai mengepung di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Kotawaringin Barat (Kobar).
Pelaku pembakar lahan hanya dikenakan wajib lapor atas dasar kemanusiaan, karena dirinya merupakan tulang punggung keluarga.
Kabut asap pekat yang terjadi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ternyata tidak hanya mengganggu jarak pandang di jalan raya. Namun juga transportasi di Sungai Mentaya. Terutama taksi perahu jenis kelotok dan juga kapal.