2 Ruko dan 1 Kantor Koperasi di Kumai Terbakar
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 02.40 WIB ini akhirnya bisa dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIB
Tag
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 02.40 WIB ini akhirnya bisa dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIB
Setelah dilanda kebakaran pada 30 Maret 2019 lalu, sebagian warga Rindang Banua masih belum bekerja. Mereka hanya fokus membangun rumah dengan menggunakan bahan seadanya.
Hampir tiga minggu pascakebakaran di Jalan Rindang Banua Kelurahan Pahandut, kawasan tersebut masih belum banyak berubah.
Bupati Seruyan Yulhaidir mengingatkan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar lebih meningkatkan kewaspadaan bencana kebakaran.
Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto mengusulkan pembangunan hydran air untuk menyikapi kebakaran di kawasan padat penduduk.
Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto menyebut bahwa hydran air merupakan solusi terbaik untuk menanggulangi kebakaran di kawasan padat menduduk.
Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto mengatakan bahwa dirinya telah mengusulkan program penyediaan hydran air sebagai upaya pencegahan kebakaran di kawasan padat penduduk sejak 2009.
Terjadinya dua musibah kebakaran besar di kawasan padat penduduk di Kota Palangka Raya pada April ini diakui Ketua DPRD Kota Sigit K Yunianto, lantaran sulitnya mencari solusi.
ihak kepolisian sudah memasang garis polisi dan masih melakukan penyelidikan, mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan mengamankan barang bukti.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB itu menggegerkan warga setempat. Apalagi, posisi gedung walet yang disebutkan milik Budiman itu, berada di tengah permukiman warga.
Sebuah ruko dua pintu di Jalan HM Arsyad, Km 3, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, terbakar.
Kepala Pelaksana BPBD Kapuas Panahatan Sinaga menuturkan yang terbakar di bagian kamar saja. Saat itu rumah dalam keadaan kosong, karena ditinggal pemiliknya pergi bekerja.
BMKG memprediksi bahwa kemarau basah akan mulai berlangsung pada April ini.
Sebanyak lima siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Ulum melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (USBN-BK) tanpa menggunakan seragam sekolah.
Absennya seragam sekolah karena musibah kebakaran ini ditanggapi positif oleh pihak madrasah tsanawiyah
Untuk kelas IX tidak diberikan baju karena sebentar lagi mau lulus, sehingga diputuskan hanya kelas VII dan VIII yang dibantu paket seragam
Seragam yang dimiliki terbakar saat api melahap kawasan Rindang Banua, Kelurahan Pahandut, pekan lalu
Sebelum kebakaran keluarganya tidak ada memasak. Kompor di rumah pun semuanya dalam keadaan mati
Api memang pertama kali muncul dari rumah kami. Namun api pertama muncul bukan dari dalam rumah, tapi dari bagian atap
Sebelumnya, data terkait berapa jumlah kepala keluarga belum jelas. Kadang naik kadang pula turun.