La Nina 2024, Pemprov Kalteng Tetap Ingatkan Potensi Karhutla
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng menekankan pentingnya langkah pencegahan dan kewaspadaan Karhutla di 2024.
Tag
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng menekankan pentingnya langkah pencegahan dan kewaspadaan Karhutla di 2024.
BMKG melakukan sejumlah program literasi agar informasi mengenai iklim, perubahan iklim, dan bencana alam yang diakibatkannya menjadi informasi mainstream dan menjadi bagian dari kesadaran publik
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan inovasi dan pemanfaatan teknologi pertanian yang tepat guna menjadi salah satu kunci dalam mengantisipasi dan memitigasi dampak fenomena La Nina pada sektor pangan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin mengingatkan adanya aktivitas La Nina yang memicu cuaca ekstrem di Kalimantan Selatan saat ini.
Aqil menjelaskan?bencana Hidrometeorologi adalah bencana yang disebabkan faktor cuaca, bisa cuaca ekstrem yang mengakibatkan angin kencang, puting beliung, tanah longsor dan banjir
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengimbau Pemerintah Daerah melakukan upaya mitigasi bencana dan mengecek daerah masing-masing untuk mengantisipasi dampak fenomena La Nina yang diperkirakan bersamaan dengan periode musim hujan di Tanah Air.
Saat ini memang memasuki musim penghujan, dan berdasarkan pemantuan dan laporan sementara, kondisi di wilayah Kobar masih dalam kategori aman, termasuk di 3 wilayah rawan banjir
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi La Nina yang dapat terjadi pada periode bulan Oktober 2021 sampai Februari 2022.
Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya Nenie A Lambung meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap fenomena La Nina.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak La Nina yang berpotensi terjadi pada periode Oktober 2021 hingga Februari 2022 di Indonesia.
Indonesia mengalami penurunan tingkat titik panas atau hotspot dalam beberapa tahun terakhir pada 2019 tercatat 1.649.258 titik panas yang turun menjadi 296.942 pada 2020 dan 229.978 sampai dengan pertengahan 2021
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi fenomena La Nina yang menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diprediksi terjadi pada akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022, karena curah hujan yang tinggi.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengosongkan 205 bendungan dengan total volume tampung 4,7 miliar meter kubik dalam rangka mengantisipasi badai La Nina.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta semua pihak dan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait bersinergi untuk melakukan upaya mitigasi ancaman La Nina.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sistem peringatan dini menghadapi potensi bencana hidrometeorologi akibat fenomena La Nina di Indonesia yang diperkirakan terjadi sampai dengan awal tahun depan.
Saat ini BPBD Damkar terus melakukan upaya dini dengan meningkatkan koordinasi bersama BMKG serta memantau secara berkala informasi iklim dan perkembangan cuaca maupun peringatan dini cuaca ekstrem
Pemerintah perlu menyediakan informasi yang akurat dan terus-menerus tentang kondisi cuaca, angin dan tinggi gelombang.
Dampak fenomena La Nina akan memberikan banyak pengaruh pada tanaman padi dibandingkan kondisi musim hujan yang biasanya.
Menurut Sri Mulyani, industri makanan dan minuman harus mengantisipasi dampak perubahan iklim kendati sektor ini tergolong moncer di tengah krisis pandemi Covid-19.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak hujan lebat yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia akibat pengaruh gelombang MJO (Madden Julian Oscillation) pada fase awal La Nina.