Lapak Pedagang Ganggu Lalu Lintas, Fraksi PPP Harapkan Segera Relokasi Eks Pedagang Pasar Pendopo
Lapak pedagang eks Pasar Pendopo Muara Teweh dibangun di badan jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas
Tag
Lapak pedagang eks Pasar Pendopo Muara Teweh dibangun di badan jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas
Para pedagang mempertanyakan kenapa namanya tidak terdata oleh Dinas Perdagangan dan Perindusterian Kabupaten Barito Utara, padahal mereka sudah bertahun-tahun ikut berjualan di pasar tradisional tersebut
Maksud zonasi ini, yakni pengelompokkan jenis dagangan para pedagang. Sehingga pasar sementara dapat tertata rapi.
Pembangunan pasar sementara, kini hanya menunggu kontrak antara penyedia barang dengan dinas terkait yakni Dinas PUPR atau BPBD.
Jumat (3/8/2018) merupakan hari terakhir untuk penerimaan data para pedagang dan verifikasi data di kantor.
Terkait dengan dana yang dibutuhkan untuk membangun baru Pasar Pendopo dengan dua lantai ini, Kepala Disdagrin memperkirakan memerlukan biaya mencapai kurang lebih sebesar Rp65 miliar.
Desain untuk Pasar Pendopo ini sudah disiapkan. Bahkan, konsultan perencanaan beberapa kali turun untuk membuat pasar modern yang berada persis di tepian Sungai Barito.
Saat ini para pedagang membuat lapak sementara agar bisa berjualan sambil menunggu dibangunkan pasar permanen oleh Pemkab Barito Utara
Pasar Tanjung Puting yang berada di Jalan HM Idris, Kelurahan Kumai Hulu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar, sangat sepi, baik dari keberadaan pedagang maupun pembeli.
Pasar Tanjung Puting hanya ramai pada saat pembukaan. Selepas itu, pasar justru sepi. Bahkan hampir tidak ada pedang yang berjualan di tempat itu.
Kunjungan ini untuk melihat secara langsung lokasi kebakaran yang berdampingan dengan bangunan peninggalan zaman Belanda dan Tugu Kemerdekaan. Bupati juga ingin mengetahui keadaan terbaru para pedagang yang menggelar dagangannya di sekitar Water Front City (WFC) Muara Teweh.
Saat ini para pedagang ada yang berjualan di trotoar dan bahu jalan di area Pasar Cempaka Kumai
Di lokasi sudah terpasang garis polisi, tapi para pemulung tetap mengambil barang-barang bekas kebakaran di lokasi Pasar Pendopo pasca kekabaran
Pemkab Barito Utara akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi dalam merencanakan pembangunan Pasar Pendopo yang baru
Dinas Perdagangan dan Perindusterian Kabupaten Barito Utara akan mendata ulang para pedagang di Pasar Pendopo pasca musibah kebakaran
Pengelompokan dilakukan berdasarkan jualannya seperti pedagang ikan, pedagang sayur, daging, ayam, sembako dan pedagang lainnya. Pengelompokan itu dilakukan untuk memudahkan pengawasan terkait kebersihan, pengamanan dan lainnya.
Beberapa alternatif lokasi tersebut di antaranya di sepanjang tepian Jalan Panglima Batur sampai di lokasi WFC dan Jalan Maluku.
Sembari menunggu pembangunan Pasar Pendopo kembali, para pedagang menginginkan berdagang di sepanjang Panglima Batur di areal Water Front City (WFC). Kemudian memanfaatkan terminal bongkar muat (eks Koramil Kota).
Rapat ini dimaksudkan untuk mendengar aspirasi dan sumbang saran dari pedagang mengenai upaya relokasi sementara para pedagang agar mereka bisa kembali berjualan seperti biasa sampai nanti Pasar Pendopo dibangun kembali.
Penataan dilakukan agar para pedagang dapat berjualan dan tidak mengganggu arus lalu lintas.