Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Seruyan Ditunda
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada satuan pendidikan?di Kabupaten Seruyan ditunda.?Hal itu sebagaimana Surat Edaran (SE) Bupati Seruyan, Yulhaidir?tertanggal 9 Juli 2021.
Tag
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada satuan pendidikan?di Kabupaten Seruyan ditunda.?Hal itu sebagaimana Surat Edaran (SE) Bupati Seruyan, Yulhaidir?tertanggal 9 Juli 2021.
Tarik ulurnya aturan mengenai pelaksanaan pembelajaran tatap muka membuat sejumlah orangtua siswa menunggu kepastian. Mereka, seperti yang?berdomisili di daerah Zona Hijau di Pulang Pisav?sudah banyak yang ingin?agar sekolah tatap muka segera dilaksanakan.
Edaran ini dikeluarkan sebagai tindaklanjut dari Surat Edaran Gubernur Kalimantan Tengah tentang penundaan PTM terbatas dan instruksi Bupati Kapuas tentang perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro
Suparmadi mengajak semua orang tua dan wali siswa untuk mendoakan agar pandemi ini segera berlalu, setidaknya melandai, sehingga pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan
Supriyono berharap?orang tua memaklumi kondisi tersebut. Dirinya pun tak mau memaksakan PTM, meski hampir seluruh orang tua berharap bisa segera dilaksanakan saat tahun ajaran baru ini
Hal ini dilakukan?karena pihaknya menghindari kemunculan klaster sekolah, sehingga?pembelajaran kembali dilaksanakan secara dalam jaringan
Pembelajaran tatap muka atau PTM di Kabupaten Barito Timur yang sebelumnya direncanakan mulai tanggal 12 Juli 2021, ditunda.
Pemko Palangka Raya terpaksa menunda Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahun ajaran 2021/2022 lantaran Covid-19 mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Kepala Sub Bagian Pembantuan untuk SMA, SMK dan SLB Dinas Pendidikan Kotim, Asyari mengatakan, pada masa PPDB ini SLB juga menjadi pantauan pihaknya. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang, SLB harus diperhatikan secara khusus
Franco?berharap Pemkab Kapuas melalui dinas pendidikan bisa?mempertimbangkan kembali rencana pelaksanaan PTM tersebut
Pemkab?Pulang Pisau melalui tim gabungan Satgas COVID-19 telah membentuk tim verifikasi pembelajaran tatap muka (PTM). Pembentukan tim verifikasi PTM tersebut dilaksanakan dengan melaksanakan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan sekolah tatap muka antara Satgas COVID-19 bersama Dinkes, Disdik, Diskominfo, BPBD, Satpol-PP dann Satgas yustisi Polres Pulpis.
Rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas tahun ajaran 2021/2022 di Palangka Raya berpotensi ditunda lantaran kasus positif Covid-19 kembali meningkat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran atau BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Kantor Kementerian Agama Barito Timur, Senin, 5 Juli 2021.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Hj Siti Nafsiah menyarankan kepada pemerintah supaya konsep pembelajaran tatap muka atau PTM nantinya tidak menggunakan pola pembelajaran seperti sebelum pandemi Covid-19.
Sejumlah orangtua di Sampit, Kotawaringin Timur mengharapkan pembelajaran tatap muka tak ditunda lagi. Meski, saat ini tingkat penyebaran covid-19 masih tinggi.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kotawaringin Timur (Kotim) lebih selektif dalam memberikan izin bagi sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Ini mengingat lonjakan kasus covid-19 yang sangat signifikan.
Dalam rangka meninjau kesiapan pembelajaran tatap muka (PTM) wakil ketua III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh mengunjungi Disdik Kabupaten Katingan.
Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Ivo Sugianto Sabran menilai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dapat mempengaruhi semangat belajar pada anak.
Memperhatikan jumlah kasus terpapar Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Wilayah Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) masih belum menunjukan adanya penurunan, Dinas Pendidikan (Disdik) Pulang Pisau masih belum memastikan untuk melaksanakan belajar off line atau belajar tatap muka terbata pada ajaran baru tahun 2021/ 2022 yang akan dilaksanakan pada 12 Juli 2021 mendatang.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah meminta pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) seiring dengan melonjaknya kasus penularan COVID-19 yang disertai dengan munculnya varian baru virus corona.