Pembunuhan Sopir Travel Peragakan 15 Adegan
BORNEONEWS, Sampit - Rekontruksi kasus pembunuhan sopir travel M Zaidi, alias Didi, alias Unyir, dengan tersangka AF, alias A, memperagakan 15 adegan. Rekontruksi pada Rabu (31/10/2018) tersebut…
Tag
BORNEONEWS, Sampit - Rekontruksi kasus pembunuhan sopir travel M Zaidi, alias Didi, alias Unyir, dengan tersangka AF, alias A, memperagakan 15 adegan. Rekontruksi pada Rabu (31/10/2018) tersebut…
Gelar perkara ini dilakukan di tempat kejadian komplek pelabuhan di PPM Sampit
Pria yang menghabisi bosnya Himawan alias Iwan dan assistennya Sumiati hingga keduanya tewas secara tragis itu dijerat jaksa dengan Pasal 340 KUHP.
JPU Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur menuntut berat pria yang menghabisi bosnya Himawan alias Iwan dan assistennya Sumiati hingga keduanya tewas secara tragis.
40 saksi yang diperiksa meliputi, tetangga korban penghuni barak, keluarga warga Manggarai di Barito Utara, dan lainnya. Berdasarkan keterangan saksi, tidak ada satu pun yang mengarah atau memberi petunjuk kuat kepada pelaku.
da 20 adegan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan wanita muda Samsiah (25) karena dipukul mertuanya, Nor (44) di Desa Tambak Bajai Kecamatan Dadahup pada Kamis (20/9/2018)
MKL (25) akhirnya divonis pidana penjara tujuh tahun setelah dianggap terbukti menghilangkan nyawa Adi Mangnga, rekan kerjanya.
Polisi melakukan rekonstruksi terkait kasus tewasnya wanita muda bernama Samsiah (25) setelah dipukul mertuanya, Nor (44) di Desa Tambak Bajai Kecamatan Dadahup pada Kamis (20/9/2018).
Kliwon bin Karto Wirejo tewas mengenaskan. Gara-gara masalah air sumur pria 63 tahun ini tewas dibunuh dan mayatnya ditemukan di dalam sebuah sumur yang jadi biang masalah tersebut.
Tidak ada benda-benda milik korban yang hilang. Korban dipastikan meninggal karena dibunuh
Tersangka menganiaya korban lantaran tidak terima anak tirinya, FT, diajak jalan. Korban dipukul terlebih dahulu sebelum didorong ke sungai yang ada di kota Sampit itu. Jasad korban ditemukan mengapung tanpa berbusana.
Tersangka tidak senang melihat anaknya yang jalan bersama korban. Saat cekcok itu terjadi, korban pun berusaha menjelaskannya. Namun penjelasan korban berujung pemukulan yang dilakukan oleh tersangka.
Dia juga menceritakan jika korban memiliki sifat pendendam. Terdakwa juga sempat bertikai, lantaran korban merasa gajinya tidak sama dengan terdakwa.
Melihat korban mengeluarkan badik terdakwa berhasil merebutnya. Lalu korban mengambil balok, tetapi saat berbalik, terdakwa dengan cepat menusuk korban hingga tewas.
Jasad M Zaidi alias Unyir sempat dikira oleh warga yang tinggal di bantaran Sungai Mentaya, Sampit, adalah sebuah patung peraga atau manekin yang hanyut di sungai.
Kematian Muhammad Zaidi alias Unyir, sopir travel Murakarta rute Sampit-Banjarmasin menjadi perbincangan banyak warga di Sampit.
Muhammad Zaidi alias Unyir yang ditemukan menjadi mayat dan mengapung di Sungai Mentaya diduga merupakan korban pembunuhan. Ini diungkapkan oleh beberapa warga di sekitar lokasi kejadian.
Saat kejadian pelaku M dan korban dalam kondisi mabuk minuman keras
M (25), teman korban, mengaku telah membunuh Dipo Handoko.