Pemkab Sukamara Swab 39 Orang dari 33 Warga Reaktif Covid-19
Hasilnya ada 25 orang yang reaktif dari 35 orang yang dilakukan tes swab
Tag
Hasilnya ada 25 orang yang reaktif dari 35 orang yang dilakukan tes swab
Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Sukamara santuni anak yatim piatu dan kurang mampu. Bingkisan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sukamara, Windu Subagio, Senin, 18 Mei 2020.
Pemerintah Kabupaten Sukamara mempersiapkan anggaran Rp 67,5 miliar untuk penanganan virus corona di Bumi Gawi Barinjam. Anggaran ini berasal dari Dana Insentif Daerah (DID) dan Biaya Tidak Terduga (BTT).
Sebagai relawan, maka pendaftar dengan rela sepenuh hati membantu pemerintah untuk menjaga wilayah Bumi Gawi Barinjam agar tetap aman hingga wabah corona virus berakhir
Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Sukamara akan melakukan uji swab terhadap 3 ODP yang menunjukkan hasil reaktif setelah pemeriksaan rapid test.
Dalam edaran ini disampaikan pengalihan kegiatan pembelajaran di rumah yang semula berakhir 28 April 2020 diperpanjang sampai Sabtu 30 Mei 2020
Pemkab Sukamara diminta untuk dapat memperhatikan pembangunan fasilitas transportasi jalan, salah satunya pembangunan terminal yang dinilai perlu.
BORNEONEWS, Sukamara - Pihak DPRD Kabupaten Sukamara berharap kepada pemerintah daerah agar dalam program pembangunan dibidang pendidikan dilakukan secara merata. "Untuk urusan wajib pendidikan,…
Upaya mencegah masuknya corona virus disease atau covid-19 di Kabupaten Sukamara, Pemkab lakukan skrining langsung kerumah-rumah warga yang lolos dari posko pantau.
Pemerintah Kabupaten Sukamara akan berupaya memaksimalkan pembagian paket sembako pada tahap berikutnya terhadap masyarakat terdampak covid-19. Hal ini supaya?lebih mantap dan tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Sukamara akan mengatur jam masuk dan pulang kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama bulan suci ramadan.
Wabup Sukamara, H Ahmadi mengatakan bahwa peningkatan kulitas pendidikan di Bumi Gawi Barinjam adalah upaya pemerintah dalam menciptakan SDM yang berkualitas.
Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Sukamara diminta untuk lebih mengaktifkan Usaha Kecil Menegah (UMK) supaya masyarakat bisa lebih terbantu.
Harapannya semua bisa mencapai iklim kondusif dan dinamis, sehingga dapat menjaga keberlanjutan pembangunan dengan menciptakan inovasi?baru
CPNS yang telah berubah status menjadi PNS bisa membantu pemerintah dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait Covid-19
Pihak dinas sudah melakukan konfirmasi ke DPRD, Kades dan warga, sehingga bila memang pembelian dilakukan maka tinggal melakukan prosesnya saja
Pemkab Sukamara akan mencari solusi bagi pedagang makanan terkait dibatalkannya pelaksanaan pasar ramadan tahun ini.
Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Sukamara berencana akan kembali memberikan paket sembako pada gelombang kedua dengan jumlah yang lebih besar.
Sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Sukamara, masyarakat diminta untuk bekerja sama dan melaporkan setiap warga yang datang.?
Berdasarkan kesepakatan, batas waktu sudah diberikan hingga 31 Maret 2020 semua kegiatan maksiat sudah tidak boleh digelar