Pria 56 Tahun Tewas Ditemukan di Toilet Losmen
Pria berusia 56 tahun yang jasad ditemukan di salah satu losmen di Jalan S Parman, Kecamatan MB Ketapang, Sampit ternyata tidak ditemukan di dalam kamar akan tetapi di dalam toilet.
Tag
Pria berusia 56 tahun yang jasad ditemukan di salah satu losmen di Jalan S Parman, Kecamatan MB Ketapang, Sampit ternyata tidak ditemukan di dalam kamar akan tetapi di dalam toilet.
Penemuan mayat di salah satu losmen di Jalan S Parman, Sampit, membuat geger warga sekitar lokasi kejadian. Jasad pria tersebut ditemukan tidak bernyawa dalam penginapan tersebut pada Selasa (9/4/2019).
Kasus ini awalnya dilaporkan sebagai penemuan mayat. Setelah dilakukan penyelidikan ditemukan mengarah pada kasus penganiayan terhadap anak hingga menyebabkan meninggal dunia.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kobar, Basarnas, Sat Polairud Polres Kobar dan masyarakat menemukan jenazah korban sekitar pukul 08.25 WIB.
Dari hasil otopsi yang dilakukan, tidak ada tanda-tanda kekerasan yang terjadi pada korban baik retak, patah ataupun terkena hantaman benda tumpul.
Perkiraan itu berdasarkan otopsi yang dilakukan dokter forensik terhadap tulang berulang dari kerangka manusia yang ditemukan tersebut.
Seorang pemuda berinisial RP (21) ditemukan tewas dalam rumah di Jalan Matal masuk Jalan Pelajar, RTA Milono Km 9,5 Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sabangau, Palangka Raya, Jumat (22/3/2019).
Polisi telah mengetahui identitas korban, berinisial AR (20) warga Desa Kota Baru Kecamatan Kapuas Tengah yang bekerja tambang tradisional di wilayah Kapuas Hulu.
Warga sekitar lokasi penemuan tengkorak mengaku pernah mencium aroma tidak sedap yang menyengat.
Dalam penyisiran dilokasi penemuan tengkorak manusia ini, pihak Satreskrim kembali menemukan sisa-sisa serpihan tulang serta gigi
Kerangka manusia tersebut pertama kali ditemukan warga yang sedang membersihkan lahan. Tengkorak dalam keadaan tertelungkup dan tertutup sampah.
Berdasarkan keterangan saksi, di belakang penginapan sering banjir akibat luapan Sungai Barito. Dan diperkirakan kerangka manusia tersebut sudah lebih dari satu tahun, karena kondisi kerangka mulai menghitam.
Informasi terhimpun, tengkorak tersebut pertama kali ditemukan warga bernama Iyan, yang saat itu membersihkan kebunnya.
Warga Desa Palurejo dan Ugang Sayu, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, digegerkan penemuan mayat membusuk di semak, jalan Palurejo-Ugang Sayu.
Penyebab perempuan bernama Edaliani Edyta (41) yang ditemukan tewas di sebuah rumah Jalan Mahir Mahar lingkar luar Palangka Raya, Jumat (8/3/2019), diduga karena sakit.
Jasad korban pertama kali ditemukan petani yang melintasi tepian anak sungai tersebut, dan langsung melaporkannya ke polisi.
Kepala Desa Trinsing, Heri Mansupardi mengatakan, hal itu diketahui berdasarkan keterangan keluarga korban, setelah melihat baju dan celana di tengkorak.
Tengkorak tersebut diduga kuat jasad Hatrani alias Ganto bin Tarip (78) yang pada waktu hilang menggunakan baju berwarna kuning dan celana training abu-abu.
Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban sudah satu bulan mengalami gangguan jiwa
"Korban sudah tujuh hari dilaporkan hilang oleh keluarganya. Dan hari ini ditemukan meninggal dunia," kata Camat Bataguh, Budi Kurniawan.