Polisi Ungkap Hal ini Dari Penemuan Mayat Lelaki di Sukamara
"Tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban," kata Kasat Reskrim Polres Sukamara, Iptu Lajun SR Sianturi.
Tag
"Tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban," kata Kasat Reskrim Polres Sukamara, Iptu Lajun SR Sianturi.
Masyarakat Sukamara dihebohkan dengan penemuan mayat lelaki di dalam rumah yang beralamat di Jalan Tjilik Riwut Rt 01 Rw 03 Kelurahan Mendawai, tepatnya disamping Ila Cafe atau di sektar area Bank BRI.
Korban disebutkan berinisial Kr, warga Palangka Raya. Korban mulanya dikira hanya tidur oleh pemilik karaoke, dalam posisi terlentang di bagian teras. Ternyata, kakek tersebut telah meninggal dunia.
Korban diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menenggelamkan diri ke dasar kolam berwarna coklat itu. Setelah ditemukan, jasad korban langsung dibawa ke Puskesmas Pundu untuk dilakukan pemeriksaan.
Keterangan adik korban, Erwin, kakaknya itu pergi dari rumah bersama teman prianya berinisial MA, dua minggu sebelum ditemukan tewas.
Dalam tubuh korban tidak ditemukan bekas penganiayaan. Korban pernah menderita sakit di bagian daga
Belum diketahui penyebab tewasnya korban. Namun, dugaan kuat korban tewas setelah menghabisi nyawanya sendiri atau bunuh diri. Sebelum ditemukan tewas, Usat terdengar batuk keras.
Awalnya, seorang warga bernama Yuliana sedang melintas di dekat rumah korban. Dan mendengar suara orang muntah-muntah. Kemudian ia pun bergegas memanggil warga lainnya untuk memeriksa rumah korban.
Polisi sempat melakukan pemeriksaan ulang di Jalan Pramuka, Kecamatan MB Ketapang, Sampit, lokasi pertama kali ditemukannya Nur Fitri tewas.
"Proses penyelidikan dan otopsi sudah dilaksanakan. Hingga kini tidak ada seorang pun yang mengenal jasad pria tanpa identitas itu," kata Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Wiwin Junianto Supriyadi.
Stefanus meregang nyawa dengan kondisi leher luka gorok, di Sungai G10 areal perkebunan kelapa sawit Penyahuan Estate PT Agro Wana Lestari (AWL), Desa Tumbang Penyahuan, Kecamatan Bukit Santuai, Kotim, Kamis (21/6) sekitar pukul 10.00 WIB lalu.
Polisi sudah memeriksa 12 orang saksi. Polisi sudah mendapatkan petunjuk siapa pelaku kasus pembunuhan ini
Beberapa waktu lalu petugas sempat melakukan pemeriksaan ulang di Jalan Pramuka, Kecamatan MB Ketapang, Sampit, lokasi pertama kali ditemukannya Nur Fitri tewas
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pria dengan enam orang anak itu depresi setelah dilanda kesulitan ekonomi.
"Mereka itu karyawan baru. Saat kejadian itu hari pertama kerja. Belum sempat bekerja, sudah ada kejadian itu," kata saksi Yusuf.
Polisi menyatakan korban diduga bukan bunuh diri. Tetapi tidak ada penjelasan lebih lanjut seputar hal tersebut
Dugaan bunuh diri yang dilakukan Stefanus Balim setelah melukai istri dan saudaranya dibantah oleh Satreskrim Polres Kotim yang menangani kasus tersebut.
Sebelum ditemukan tewas di dasar sungai Sungai G 10 Penyahuan Estate PT Agro Wana Lestari (AWL), Desa Tumbang Penyahuan, Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotim, Stefanus Balim sempat melukai Omiana Lali Pora Balim yang tidak lain adalah istrinya sendiri dan Samuel D Mone, yang merupakan saudaranya
Sebanyak 18 saksi sudah diperiksa oleh Satreskrim Polres Kotim terkait kasus penemuan mayat Stefanus Balim yang merupakan karyawan di PT Agro Wana Lestari.
Polres Kotawaringin Timur (Kotim) akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) untuk segera memakamkan mayat pria tanpa identitas yang ditemukan ditemukan tewas di bantaran Sungai Mentaya, kawasan Jalan Iskandar, Kecamatan MB Ketapang pada Kamis (21/6/2018) pagi itu.